IndustriInternasional

Hyundai Motor Gandeng Arab Saudi, Bangun Industri Otomotif

Kerajaan Arab Saudi berkolaborasi dengan pabrikan mobil dari Korea Selatan, Hyundai Motor untuk meningkatkan industri otomatif di dalam kerajaan.

Kementerian Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Hyundai Motor Co di Riyah, Arab Saudi.

Kesepakatan tersebut bertujuan meningkatkan kerjasama industri otomotif di seluruh kawasan guna mencapai tujuan Strategi Nasional industri dalam mengembangkan kemampuan manufaktur lokal.

Hal tersebut juga senada dengan tujuan Saudi Vision 2030, yang berupaya mendiversifikasi basis ekonomi Kerajaan.

Dikutip dari Arab News, Senin (2/1/2023), Memonrandum tersebut ditandatangani di hadapan Menteri Perindustrian dan Sumber Daya Mineral, Bandar Alkhorayef dan wakilnya Osama Al-Zamli.

Selanjutnya, Menteri Ekonomi dan Perencanaan Faisal Al-Ibrahim dan CEO Dana Pengembangan Industri Saudi, Ibrahim Al-Mojil.

Hyundai yang diwakili oleh Heung Soo Kim, Wakil Presiden eksekutif dan kepala operasi globalnya.

Arab Saudi dan Hyundai berencana membangun pabrik manufaktur kendaraan listrik dan mesin pembakaran internal yang berbasis di Kerajaan.

Kesepakatan tersebut muncul usai Hyundai menyampaikan rencana menjajaki peluang investasi di Arab Saudi.

Sebelumnya, Mobil listrik Wuling Air EV kembali menguasai pasar di Indonesia. Berdasarkan data yang diolah Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Wuling Air EV mampu mencatatkan angka penjualan 1.627 unit pada Oktober 2022.

Meskipun unggul dari mobil listrik lainnya, angka penjualan Wuling Air EV sempat menurun 13 persen dari bulan sebelumnya.

Pada posisi kedua mobil listrik terlaris ada Hyundai Ioniq 5 dengan torehan 523 unit yang terjual. (Baca Selengkapnya: Mobil Listrik Wuling Air EV Kuasai Pasar Indonesia, Jual 1,627 Unit).

Editor: Abdul Hadi

Abdul Hadi

Back to top button