Lebih Sebulan, Pasien Miskin Tak Kunjung Dioperasi di RSUD Banten

Lebih sebulan, Acih binti Amad, warga Desa Siruregen, Kabupaten Lebak tidak kunjung dioperasi bagian matanya di Rumah Sakit Umum (RSUD) Banten. Alasannya, ruang operasi di rumah sakit milik Pemprov Banten tidak bisa digunakan akibat bencana.

“Apa karen dia masyarakat tidak mampu… lalu disia-siakan pelayanannya,” kata Ade Hidayat, anggota DPRD Banten via WhatsApp kepada MediaBanten.Com, Senin(2/12/2019).

Ade Hidayat mengaku menerima keluhan warga di Desa Situragen tersebut. Warga tersebut sudah mendaftar dan mendapatkan kartu pasien RSUD Banten. Dia merasa “geram” dengan pelayanan RSUD Banten terhadap orang miskin.

“Warga miskin itu sudah kesakitan dan nyaris tidak tahan lagi pada bagian matanya. Gak bisa dilamakan begini,” kata Ade Hidayat.

Acih binti Amad sebelumnya berobat ke Puskesmas Pangarangan, Kabupaten Lebak. Puskesmas ini merujuk Acih ke RSUD Malingling. Karena harus dioperasi, Acih dirujuk lagi ke RSUD Banten.

Acih binti Amad mendapatkan surat keterangan keluarga tidak mampu dari Kepala Desa Situragen, Harun Norasid yang diperkuat oleh Camat Panggarangan, U Firdaus. Surat keterangan itu diperkuat oleh RT 001, Sudarno dan RW 007, Madsuki.

Ade Hidayat mengaku sudah menanyakan ke Direktur RSUD Banten, dr Danang. Jawaban Direktur RSUD itu melalui WhatsApp dan diteruskab ke MediaBanten.Com.

“ijin pak, ruang operasi belum buka, pasca bencana …mhn maaf atas ketidaknyamannannya,” kata dr Danang, Direktur RSUD Banten via WhatsApp. Namun tidak disebut bencana apa yang menimpa RSUD Banten, sehingga ruang operasi tidak bisa digunakan.

Ade Hidayat, anggota DPRD Banten mengatakan, jika benar ruang operasi itu tidak bisa digunakan karena bencana, maka dia minta segera diperbaiki agar berfungsi. “Ini sangat vital,” katanya.

Tetapi jika direktur rumah sakit itu berbohong, Ade Hidayat minta agar Gubernur Banten bertindak tegas. Sebab direktur itu telah “membangkang” terhadap target Gubernur untuk memudahkan akses kesehatan bagi orang miskin. (Menyenaw)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait