Lili Romli: Generasi Milineal Berpotensi Majukan Daerah

Lili Romli

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Lili Romli memandang, generasi milenilal memiliki potensi untuk memajukan daerah. Namun potensi itu harus didukung pemerintah daerah (Pemda) untuk diwujudkan.

Demikian dikemukakan Prof Lili Romli, Peniliti LIPI saat ditemui di salah satu Cafe di Kota serang belum lama ini.

Lili mengatakan, genersi millenial harus diberikan tempat dan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah. Apalagi di era industri 4.0, pemuda yang kreatif dan inovatif sangat dibutuhkan dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Pria yang juga Ketua ICMI Orwil Banten itu, SDM unggul ini harus diciptakan dibeberapa sektor. Mulai dari pendidikan, pertanian, pengusaha, dan pembangunan sektor lainnya. Lanjut dia, mulai tahun 2025-2030, Banten diprediksi akan mendapat bonus demografi. Benus tersebut tentunya harus disambut dan dipersiapkan dengan baik. Karena kalau tidak akan menjadi bencana sosial, karena akan mengalami peningkatan pengangguran di usia produktif yang tinggi.

SDM Kabupaten Serang

Lili mencontohkan, untuk di Banten seperti di Daerah Kabupaten serang. Pembangunan SDM daerah tersebut menurutnya harus ditingkatkan lagi, dan itu menjadi tanggungjawab pemerintah daerah mencari solusi. Lili menuturkan, di daerah itu banyak pengangguran, sementara industri di Kabupaten Serang banyak. Hal itu tentunya akibat dari tidak adanya mach antara kebutuhan industri dengan persiapan sumberdayanya.

Baca:

“Industri banyak, sementara pengngguran tinggi. Ini kan akibat tidak mach antara ketersediaan kemampuan SDM dengan kebutuhan industri. Nah pemerintah daerah harus dapat memberikan solusi itu. Bisa dengan memperbaiki kurikulum, dan para pemuda diberikan pelatihan seusai kebutuhan industri. Karena oleh BLK Provinsi tidak terkarfer, aksennya juga terbatas dan akomodasinya juga,” katanya.

Lili mengatakan, pada undang-undang kepemudaan no 6, telah disebutkan bahwa Pemerintah Daerah berkewajiban menfasilitasi pemuda dalam pelopor pembangunan. Lanjut dia, persoalan lain yang memang harus disoroti yakni tentang pertanian. Para petani harus disuport kebutuhan sistem pertaniannya. Semisal, irigasi untuk mengairi persawahan harus diperbaiki. Selain itu, mengenai lahan pertanian pun Pemkab Serang harus memiliki ketegasan agar jangan sampai beralih fungsi.

“Untuk lahan pertanian, DPRD Kabupaten Serang sudah memetakan zonasi lahan pertanian. Jangan sampai dilanggar. Di Kabupaten Serang persioalan untuk lahan telah diatur dalam Perda no 5, sangat apresiasi dengan implementasinya dan diperlukan pergubnnya,” ujarnya.

Belum Berubah

Peneliti LIPI itu memandang, Pemerintah Kabupaten Serang yang saat ini, dinilainya belum mampu membawa perubahan dan kemajuan secara maksimal. Seperti dalam hal pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, kemiskinan, pengangguran dan permasalahan lainnya.

“Saya liat dari masa ke masa Kabupaten Serang pembangunannya belum terlihat, pengangguran tinggi bahkan Wakil Presiden RI yang berasal dari Kabupaten Serang pak Kiai Ma’ruf Amin juga mengatakan bahwa pembangunan disini belum terlihat,” ujar Lili.

Dia mengatakan, dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Serang harus dapat menghadirkan pertarungan calon pemimpin yang bukan sekedar pertarungan sosok atau figur yang menjadi polemik selama ini. Tetapi, pertarungan yang harus dilahirkan yakni tarung adu gagasan membangun daerah.

“Adu gagasan sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini, karena latar belakang seorang pemimpin harus jelas dengan visi misinya,” katanya.

Lanjut Lili, warga Kabupaten Serang harus maju, jangan sampai tertinggal. Karena bagaimanapun masyarakat Serang ini menginginkan perubahan. Lilli optimis, Kabupaten Serang bisa maju, akan tetapi semua ada pada sikap pemimpin daerah. “Jadi tidak bisa pemimpin biasa. Perlu pemimpin yang berani out of the box. Masyarakat perlu di tawarkan gagasan segar,” katanya. Dia menambahkan.

“Saya punya gagasan, dalam Pilkada nanti masyarakat dididik menjadi pemilih yang rasional. Masyarakat diajak adu gagasan, saya yakin hasilnnya pun akan menjadi lebih bagus untuk kemajuan daerah,” katanya.

Siap Bertarung

Kemudian, saat Lili Romli disinggung masuk dalam bursa pencalonan calon kepala daerah Kabupaten Serang. Dia membenarkan, dan bahkan mengaku siap bertarung pada Pilkada Kabupaten Serang. Dia memandang, untuk menunjang pembangunan SDM di Kabupaten Serang. Harus diciptakan badan latihan kerja di tiap kecamatan untuk melatih keterampilan masyarakat. Namun tentunya disesuaikan dengan kebutuhan, hal itu untuk terserapnya sumber daya manusia dalam dunia kerja.

“Jadi saya memiliki gagasan kedepan untuk membentuk BLK di tiap kecamatan di Kabupaten Serang. Bila perlu nanti kita buat graha pemuda untuk membuat pemuda kreatif dan inovatif. Kemudian dalam bidang pertanian, sistem drainase harus diperbaiki. Sistem pertanian di Kabupaten Serang juga harus ditingkatkan, agar para petani di Kabupaten Serang dapat sejahtera kedepannya,” katanya.

Lanjut Lili, diera modern ini generasi muda dan para petani harus difasilitasi. Kemudian bidang pendidikan harus dikaji kurikulumnya, pelayanan kesehatan bagi warga harus ditingkatkan, dan sektor lain pun harus dikembangkan. Adapun untuk pendanaan, Pemda memiliki anggaran, dan apabila masih kurang tentunya masih dapat menggunakan dana CSR. Dia menyadari, bahwa apabila hanya mengandalkan APBD itu tidak cukup, akan tetapi itu merupakan sebuah tantangan bagi seorang pemimpin.

“Dalam hal ini, seorang pemimpin harus dapat mencari solusi, dan mencari cara yang inovatif. Banyak daerah-daerah di Indonesia yang berstatus daerah tertinggal tapi dapat bangkit. Hal itu tentunya peran dari kepala daerah yang memiliki gagasan yang solutif akan peroalan yang dihadapi, dan mau bersikap out of the box,” ungkapnya.

Lili juga menyatakan, bahwa dalam pencalonannya nanti. Dia akan menggunakan jalur partai dan tidak akan menggunakan jalur perseorangan. Tetapi saat ini dia belum dapat mengatakan oleh partai mana dia akan diusung. “Saya akan mencalonkan diri melalui jalur partai, karena membangun suatu daerah itu tidak bisa sendiri,” ucapnya. (Sofi Mahalali)

Berita Terkait