Kesehatan

Hasil SSGI: Jumlah Stunting di Tiga Daerah di Banten Naik

Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada akhir tahun 2021 menunjukan, tiga daerah menunjukan jumlah stunting mengalami kenaikan. Sedangkan 4 daerah lainnya mengalami penurunan.

“Daerah yang alami kenaikan contoh Pandeglang yang tahun sebelumnya 33 persen saat ini 37 persen, Kabupaten Tangerang yang tadinya 18 persen naik 20 persen, Tangsel yang tadinya 16 persen jadi 19 persen,” ucap Ati Pramuji Hastuti, Kepala Dinkes Banten di Rumah Makan Saung Edy, Bhayangkara, Kota Serang, Selasa (18/1/2022).

Kata Ati, empat daerah lainnya jumlah stunting turun, seperti Kota Tangerang, Kota Serang, Kota Cilegon dan Kabupaten Serang. Kota Serang dari 28 persen turun ke 23,4 persen,” ujarnya.

Ati menjelaskan, beberapa faktor yang membuat kasus stunting naik yaitu karena adanya pandemi covid-19.

“Banyak masyarakat yang akses ekonominya juga terganggu, ketahanan pangan mereka terganggu yang menyebabkan sakit sehingga asupan gizinya berkurang,” katanya.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan berbagai cara untuk menekan kasus stanting tersebut, yaitu dengan adanya surat selain Pepres No 72 tahun 2021 tentang akselerasi stanting.

“Selain itu, keputusan Gubernur Banten cegah stunting. Banyak hal yang kita lakukan, sepeti pemberian makanan tambahana bagi ibu hamil dan balita. Baik pangan lokal maupun Pemberian Makanan Tambahan (PMT) seperti biskuit,” ujarnya.

Upaya itu di antaranya memberikan tablet penambah darah, sosialisasi edukasi asi eksklusif, upaya pengobatan cacingan, pengobatan diare, sanitasi maupun jamban keluarga.

“Merubah perilaku memang tidak mudah, tidak cukup peran pemerintah saja,” katanya. (Reporter: Hendra Hermawan / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button