Industri

Lion Air Kembali Layanan Penerbangan Umroh dari Pekanbaru

Lion Air (JT) kembali melayani penerbangan umroh dijadwalkan mulai 18 Januari melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru ke Bandara Mohammad bin Abdul Aziz Madinah dan King Abdul Aziz Jedah, Arab Saudi.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam rilis Humas Lion Air Group diterima MediaBanten.Com, Kamis (24/11/2022) menyebutkan, penerbangan umroh dari Pekanbaru menjadi embarkasi baru di Pulau Sumatera setelah Medan Kualanamo.

Mendatang, Lion Air akan melayani dari bandar udara lain secara bertahap, sesuai permintaan pasar.

Pelaksanaan umroh tahun 2023 sebagai bentuk kesungguhan Lion Air dalam mengakomodir dan memfasilitasi kebutuhan perjalanan ibadah. Lion Air berupaya melayani jamaah dengan pelayanan terbaik.

Bersama mitra perjalanan (tour and travel), Lion Air mendukung pelaksanaan beribadah ke tanah suci dengan menawarkan kemudahan konektivitas.

Penerbangan umroh melalui Pekanbaru akan membantu masyarakat yang berasal dari Dumai, Rengat, Pekanbaru, wilayah Riau yang lainnya, Jambi, Bengkulu, Padang dan daerah lain di sekitar.

Layanan umroh mengupayakan tingkat kinerja ketepatan waktu (on time performance/ OTP) lebih dari (rata-rata) 92%. Keseriusan ini seiring bentuk memberikan layanan terbaik kepada jamaah umroh.

Dalam kaitan perjalanan udara sesuai aspek keselamatan, Lion Air telah menghimbau kepada seluruh jamaah antara lain agar tidak membawa barang berbahaya (dangerous goods) ke pesawat. Juga tidak menerima titipan barang dalam bentuk apapun dari orang lain ke dalam pesawat.

Barang elektronik harus dilepas dari baterainya serta penggunaan pengisi daya mandiri atau baterai portabel (powerbank) harus sesuai kriteria dari segi kapasitas yang boleh dibawa ke dalam kabin dan tidak diperbolehkan untuk digunakan selama penerbangan.

Lion Air menjalankan ketentuan operasional masing-masing negara serta aturan internasional.

Penerbangan tujuan Jeddah dan Madinah ini terlaksana setelah Lion Air memenuhi semua kualifikasi dan persyaratan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) termasuk audit keselamatan dan keamanan.

Pesawat Modern

Lion Air menyiapkan armada jenis pesawat Boeing 737-9 berkapasitas 215 kursi kelas ekonomi. Pesawat mempunyai tata letak kursi (konfigurasi) 3-3 lorong tunggal (single aisle).

Setiap kursi berlapis kulit, sangat ergonomis dan dilengkapi sandaran kepala, sehingga terasa nyaman maupun dapat disesuaikan kebutuhan seperti untuk kerja, santai atau istirahat.

Seluruh pesawat telah menjalani perawatan intensif, dalam kondisi terbaik dan laik terbang (airworthy for flight).

Ruang penyimpanan barang di dalam kabin / di atas kursi (overhead) atau kompartemen memiliki ukuran lebih besar.

Fitur ini dapat mengakomodir barang bawaan sesuai dengan ketentuan yang boleh dibawa dan memudahkan penyususan.

Keunggulan fasilitas pesawat juga terletak pada speaker yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas suara saat safety demo atau pengumuman dari kru.

Keleluasaan dapat dirasakan karena pesawat didesain dengan tampilan jendela tampak lebih besar dan bentuk dinding kabin bagian samping (sidewalls) lebih luas.

Terbang ketika suasana terang (pagi, siang, sore) dan malam hari, kenyamanan penerbangan akan tetap terjaga dikarenakan Boeing Sky Interior melengkapi fitur pesawat.

Struktur penerangan lampu baca pada panel di atas tempat duduk lebih futuristik yang membantu selama membaca atau aktivitas lainnya, terutama saat lampu kabin dimatikan.

Selain itu, pola penataan lampu Light-Emitting Diode (LED) interior dan dinding samping sangat menarik, sehingga memberikan kesan lebih lapang.

Langit-langit berbentuk oval, sistem pencahayaan menghadirkan pilihan warna berbeda yang disesuaikan mood, seperti soft blue untuk menyambut saat boarding agar fresh, warna senja atau orange (sunset) cocok suasana santai, tenang serta merah kecoklatan akan menampilkan kelembutan.

Pengoperasian jenis pesawat tersebut dapat memenuhi penerbangan jarak jauh (long haul) yang memerlukan waktu tempuh lebih dari 10 jam perjalanan langsung. Rata-rata pesawat berusia muda.

(Humas Lion Air Group / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button