Masih Dicari, Warga Panosogan Hanyut di Sungai Ciujung

Proses pencarian Endang Rukmana, 28, warga Kampung Panosogan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang korban hanyut di Sungai Ciujung masih terus dilakukan. Namun sayang hingga hari ke lima proses pencarian oleh tim gabungan belum membuahkan hasil.

Kapolsek Cikeusal AKP Agus Buchori Jafar mengatakan, proses pencarian selama lima hari masih terkendala cuaca, angin kencang hingga gelombang air yang debit sungai nya cukup tinggi. Pencarian menggunakan perahu karet sebanyak 2 unit milik BPBD Serang dan Basarnas Banten.

“Karena debit dihulu hujan jadi debitnya naik. Mudah-mudahan segera membuahkan hasil dan cuaca mendukung, mudah-mudahan cuaca di hulu juga mendukung, sehingga kita sama-sama berharap dan berdoa korban tenggelam bisa segera ditemukan,” ujar Kapolsek, Rabu (3/3/2021).

Agus mengatakan, dalam pencarian tersebut Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di darat dan air dari mulai titik kejadian hingga beberapa kilometer ke hilir sampai ke muara di Tirtayasa. Dalam pencarian tersebut melibatkan sejumlah tim gabungan yang didalamnya ada Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan hingga masyarakat.

“Sementara hanya itu yang bisa dilakukan di air maupun darat. Mudah-mudahan cuaca mendukung dan korban bisa segera ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan kembali besok Kamis mulai jam 08.00,” tuturnya.

Seperti diberitakan, Endang Rukmana, warga Kampung Panyabrangan, Desa Panosogan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Sabtu (27/2/2021) sekitar pukul 03.30 WIB, hilang ditelan arus Sungai Ciujung setelah perahu eretan yang ditumpanginya bersama Yayu Wahyudin, 47, oleng dihantam arus deras saat memperbaiki kawat sling yang biasa digunakan menarik perahu eretan yang melintasi Sungai Ciujung.

Karena korban merasa bisa berenang, dalam keadaan panik loncat ke sungai dengan harapan mampu menyelamatkan diri ke tepi sungai. Karena kuatnya arus, bukannya ke tepi tubuh korban malah terseret arus dan hilang ditelan arus sungai dan sampai saat ini belum ditemukan. (yono)

Berita Terkait