News

Menlu Jepang Prihatin Rusia dan China Perkuat Kerjasama Militer

Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Yoshimasa Hayashi prihatin terkait peningkatan kerja sama militer Rusia dan China di Asia.

Dia juga menegaskan bahwa situasi keamanan di Eropa tak dapat dipisahkan dari situasi di kawasan Indo-Pasifik sejak invasi besar – besaran Moskow ke Ukraina.

Menlu Hayashi pun mengatakan perang Rusia di Ukraina telah mengguncang pondasi tatanan internasional, maka masyarakat internasional harus memberikan tanggapan bersama.

Lebih lanjut, dia menambahkan hal tersebut pada pertemuan Menteri Luar Negeri Eropa dan Indo – Pasifik di Swedia.

“Jika tidak, tantangan serupa akan muncul di wilayah lain dan tatanan yang ada telah menopang perdamaian dan kemakmuran kita dapat dibatalkan secara fundamental,” tutur Menlu Jepang.

Oleh sebab itu, Jepang dengan tegas mendukung posisi Ukraina dalam perang – perang tersebut. Namun, China menyatakan pihaknya tetap netral sambil mengatakan hubungan tanpa batas dengan Moskow.

Dikutip dari Voa Indonesia, Senin (15/5), Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menyambangi Ibu Kota Ukraina, Kyiv, pada Maret bersamaan dengan pertemuan Presiden China Xi Jinping dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.

“Selain itu, China dan Rusia memperkuat kerja sama militer mereka, termasuk penerbangan bersama pengebom mereka dan latihan angkatan laut bersama di sekitar Jepang,” tandas Hayashi.

Sementara itu, China mengklaim sebagian besar Laut China Selatan serta pulau – pulau yang dikuasai Jepang di Laut China Timur mengatakan memiliki hak untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan pembangunannya.

Editor : Abdul Hadi

Abdul Hadi

Back to top button