Muhammadiyah Putuskan Tetap Tidak Ikut POP Kemendikbud

Muhammadiyah menegaskan tak mengikuti Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mendikbud memang sempat menyampaikan permintaan agar Muhammadiyah bisa bergabung dengan program POP.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti seperti yang diberitakan suaramuhammdiyah.id, Senin (3/7/2020).

Mu’ti menyampaikan Muhammadiyah mengapresiasi silaturrahim Mendikbud ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta keputusan mengevaluasi POP.

“Terkait dengan permintaan tersebut, sesuai hasil rapat bersama PP Muhammadiyah dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Majelis Pendidikan Tinggi dan Litbang (Dikti Litbang), Muhammadiyah memutuskan untuk tetap tidak berperan serta dalam program POP,” ungkap.

Baca:

Fokus Penerimaan Murid Baru

Menurutnya sekarang ini sekolah/madrasah dan perguruan tinggi sedang fokus penerimaan peserta didik baru dan menangani berbagai masalah akibat pandemi Covid-19.

POP memang telah menuai kontroversi serta mendapat tanggapan beberapa pesertanya seperti Muhammadiyah, NU, maupun PGRI. Muhammadiyah melalui Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) maupun LP Maarif Nahdlatul Ulama telah menyatakan mundur dari program ini.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan permintaan maaf tentang polemik Program Organisasi Penggerak. Hal tersebut disampaikan Nadiem saat silaturahim ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Silaturahim Nadiem diterima Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr Abdul Mu’ti, MEd, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Suyatno.

Baca:

“Mendikbud menyampaikan permintaan maaf atas hal-hal yang terkait dengan program POP,” ungkap Abdul Mu’ti, Rabu (29/7/2020).

Menurutnya dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam dibicarakan berbagai kebijakan Kemendikbud, khususnya program POP. Mendikbud menyampaikan permintaan maaf dan berjanji akan mengevaluasi program POP.

“Muhammadiyah menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan permintaan maaf. Akan tetapi belum menentukan sikap mengenai program POP. PP Muhammadiyah akan membahas secara khusus dengan Majelis Dikdasmen dan Majelis Dikti Litbang dalam waktu dekat,” tambah Mu’ti.

Dalam pertemuan ini, Mendikbud menyampaikan ucapan Selamat Milad Persyarikatan Muhammadiyah ke-111 tahun yang jatuh pada 8 Dzulhijjah 1441 Hijriyah. Selain itu, Mendikbud juga menerima berbagai masukan mengenai pengembangan pendidikan nasional.

Sebelumnya Program Organisasi Penggerak telah menuai kontroversi di beberapa Ormas seperti Muhammadiyah. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah maupun LP Maarif Nahdlatul Ulama telah menyatakan mundur dari program ini. (suramuhammdiyah.id / IN Rosyadi)

Artikel ini dikutip dari suaramuhammadiyah.id. Lihat halaman aslinya, KLIK DI SINI.

Next Post

Sambut Kemerdekaan RI, Polres Serang Bagikan Paket Sembako

Sel Agu 4 , 2020
Kepolisian Resor (Polres) Serang menggelar bakti sosial di Desa Plawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa (4/8/2020). Bakti sosial itu antara lain memberikan paket sembako. Kegiatan ini untuk menyambut Hari Kemerdekaan RI Ke-75. Bakti sosial ini dipimpin Kapolres Serang, AKBP Mariyono. Turut hadir dalam bakti Kasubdit Binmas Polda Banten AKBP Andrey […]