Pemkot Serang Izinkan PKL Berdagang Pake Rangka Baja Ringan di Pasar Rawu

walikota serang izinkan pkl berdagang

Akhirnya Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengizinkan sementara pedagang kali lima (PKL) berjualan dengan mendirikan bangunan baja ringan di Blok M, Pasar Rawu, Kota serang, setelah PKL itu ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat.

Walikota Serang, Syafrudin berkilah, izin berdagang bagi PKL itu bersifat sementara itu merupakan hasil musyawarah antara Pemkot Serang dengan PKL. Musyawarah itu melahirkan tiga kesepakatan.

Kesepakatan itu adalah pertama, PKL dibolehkan berjualan hingga terbitnya uji kelayakan bangunan Pasar Induk Rawu. Kedua, PKL tidak boleh menempati jalan yang dapat mengganggu arus kendaraan. Dan, ketiga, PKL harus merapihkan bangunan yang terbuat dari baja ringan agar tidak semrawut. Dalam kesepakatan ketiga itu PKL dibolehkan menggunakan baja ringan selebar 2 meter.

“Harus rapih, kalau kedepan 2 meter semua harus dua meter,” ujar Syafrudin, Walikota Serang, Jumat (13/9/2019).

Baca:

Perwakilan PKL

Sememtara Wakil Walikota, Subadri membeberkan, dari semua perwakilan Koordinator pedagang kaki lima yang berjualan di tempat yang sebelumnya dilarang oleh Pemkot Serang, menyepakati bangunan tersebut hanya sifatnya sementara.

“Jadi bukan dipersilahkan berjualan, tetapi dimaklumi sambil nunggu kelayakan lokasi relokasi. Itu pun dibatasi hanya 2 meter, dan harus seragam serta tidak ada lagi tenda pedagang yang menjomenjolor ke jalan,” katanya.

Wakil Walikota menegaskan, untuk sementara bangunan pedagang yang didirikan pedagang tidak akan dibongkar. Pendiriannya pun diketahui tidak ada yang mengakomodir, dan hal itu dilakukan oleh para pedagang masing-masing.

“Itu inisiatif pedagang, tadi pas ditanyai satu per satu mengaku tidak ada yang mengakomodir, dan tadi sudah dilakukan penandatanganan kesepakatan untuk sementara sampai selesai uji kelayakan muncul,” katanya.

Pemkot Serang menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan uji kelayakan gedung Pasar Induk Rawu. “Doanya aja, mudah-mudahan beres dua minggu. Apapun hasilnya nanti kita kumpul lagi,” katanya. (Sofi Mahalali)

Berita Terkait