Pemudik di Merak Lebih Senang Menyeberang Malam Hari

Foto: Istimewa

Pola pemudik dari Pulau Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak (Banten)-Bakauhuni (Lampung) sejatinya tidak berubah. Pemudik lebih senang menyeberang pada tengah malam atau menjelang pagi dari Merak ke Bakauhuni.

Beberapa alasan dikemukakan pemudik, terutama pemudik dengan kendaraan sepeda motor. Antara lain pemudik melakukan perjalanan pada pagi atau siang hari di Lampung dengan alasan menjaga keselamatan. Pesepeda motor menilai perjalanan malam hari di daerah Lampung atau Sumatera masih rawan tindak kejahatan, terutama aksi begal sepeda motor.

Pola pemudik ini seperti terjadi pada arus mudik tahun-tanun sebelumnya, menyebabkan kepadatan di Pelabuhan Penyeberangan Merak pada malam hari, namun pada siang hari terasa lengang. Pada sore hingga pagi, peningkatan penumpang dan kendaraan semakin besar.

Tidak heran, Direktur Utama (Dirut) PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, Ira Puspadewi menghimbau agar pemudik menyeberang ke Pulau Sumatera untuk memanfaatkan waktu siang hari.

“Kosong banget kalau siang dibanding malam, kalau enggak siang-siang banget, habis buka langsung berangkat,” kata Iradi dalam Forum Merdeka Barat (FMB) di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Merak, Selasa (12/6/2018).

Baca: Antisipasi Arus Mudik dan Balik Lebaran, Lion Air Group Tambah 20.330 Kursi Penerbangan

Himbauan serupa dikemukakan Kombes Pol Hermansyah, Kabid Operasio Polda Banten.  “Tidak usah khawatir dengan keamanan karena polisi telah melakukan operasi pengamanan di sepanjang pos pengamanan di Pulau Jawa maupun di Pulau Sumatera. Dijamin aman,” katanya.

Pada arus mudik 2018 melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak ini tidak terlihat penumpukan signifikan. Penyebabnya adalah libur bersama yang cukup panjang yang diputuskan pemerintah mulai tanggal 11-20 Juni 2018. Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), berarti libur ditambah Sabtu dan Minggu karena tanggal 11 merupakan hari Senin. Karena itu, sejak hari Sabtu (9/6/2018) terjadi peningkatan penyeberangan.

Namun hingga Selasa (12/6/2018), jumlah pemudik baru mencapai 28-30 persen jika dibandingkan dengan arus mudik tahun 2017 yang mencapai 1,4 juta jiwa. “Untuk tahun ini, baru 26 persen yang tercatat menyeberang ke Sumatera. Untuk kendaraan pribadi, baru sekitar 28 persen,” kata Fahmi Alweni, General Manager (GM) PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Merak.

Fahmi memprediksi puncak kepadatan pemudik akan terjadi pada H-3 Lebaran 2018. Sementara, puncak mudik gelombang lainnya terjadi pada Sabtu (9/6/2018). “Untuk puncak tertinggi kedua jatuh pada malam tadi [Sabtu, 9/6]. Malam ini [Minggu, 10/6] akan ada kepadatan, namun padat mengalir,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Merak, kapal yang berpoperasi berjumlah 36 unit yang melayani 68 perjalanan. Kapal-kapal ini beroperasi sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

Jumlah penumpangnya sendiri mencapai 60.411 orang, dan jumlah kendaraan yang telah diseberangkan mencapai 10.593 unit. Rinciannya, kendaraan roda dua mencapai 2.863 unit dan roda empat 6.700 unit.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pemudik pejalan kaki terus berdatangan untuk membeli tiket. Mereka diarahkan oleh petugas ASDP dan anggota Pramuka. (Iman Nur Rosyadi)