Rutan Serang Fasilitasi Buka Puasa Bersama Bagi 103 Warga Binaan
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Serang memfasilitasi buka puasa bersama bagi 103 warga binaan pemasyarakatan (WBP) bersama keluarga sebagai bagian dari penguatan pembinaan dan dukungan sosial selama Ramadhan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Banten Muhammad Ali Syeh Banna mengatakan keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh petugas dan warga binaan, tetapi juga peran keluarga.
“Pembinaan yang sangat luar biasa, karena keberhasilan pembinaan itu ditentukan bukan hanya oleh pegawai maupun WBP tapi keberhasilan pembinaan ditentukan juga oleh keluarganya. Kalau begini, keluarga merasa memiliki, tidak ditinggalkan mereka, dan warga pembinaan merasa dimiliki oleh keluarganya,” kata Ali di Kota Serang, Senin.
Menurut dia, keterlibatan keluarga dalam kegiatan seperti buka puasa bersama mendorong komunikasi yang lebih baik antara warga binaan, keluarga, dan petugas.
“Sehingga terjadilah komunikasi yang baik. Karena tanpa komunikasi yang baik antara satu dengan yang lainnya akan menimbulkan hal-hal yang berbeda. Tapi dengan adanya kebersamaan antara pegawai, keluarga dan WBP, terjadi komunikasi yang baik yang pasti akan menghasilkan kebaikan,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan tersebut memberikan dampak psikologis positif bagi warga binaan yang tengah menjalani masa pidana.
Sementara itu, Kepala Rutan Serang Rangga Permata menjelaskan total warga binaan di Rutan Serang saat ini mencapai 570 orang, dan kegiatan buka puasa bersama dilakukan secara bertahap agar seluruhnya mendapat kesempatan.
“Untuk saat ini yang dikunjungi ada 103 orang warga binaan melaksanakan buka puasa bersama,” kata Rangga.
Ia mengatakan kegiatan tersebut direncanakan dua kali selama bulan Ramadhan, yakni pada 23 Februari dan 6 Maret, dengan sistem bergiliran.
“Nanti ini kita rencanakan dua kali selama bulan Ramadan ini. Untuk tanggal 23 dan tanggal 6 Maret rencananya. Semua bergiliran dan semua kebagian untuk buka puasa bersama keluarganya,” ujarnya.
Rangga menambahkan kegiatan tersebut terbuka bagi warga binaan laki-laki maupun perempuan.
Selain buka puasa bersama, Rutan Serang juga mengisi bulan Ramadhan dengan berbagai kegiatan keagamaan untuk mendukung pembinaan spiritual warga binaan seperti tadarus, sholat tarawih, dan ada kegiatan marawis di pagi hari.
Untuk kebutuhan sahur dan berbuka, pihak rutan menyesuaikan jadwal seperti di masyarakat umum.
Melalui kegiatan tersebut, Rutan Serang berupaya memperkuat fungsi pemasyarakatan tidak hanya sebagai tempat menjalani pidana, tetapi juga sebagai ruang pembinaan yang melibatkan dukungan keluarga guna mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat. (Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan – LKBN Antara)









