Opini

Selamat Tinggal 2023, Selamat Datang Tahun Politik 2024

Selamat tinggal tahun 2023, selamat datang tahun politik 2024. Pergantian tahun tinggal menghitung jam. Hari-hari yang telah berlalu menjadi cermin untuk memperbaiki diri, keluarga dan masyarakat di hari mendatang.

OLEH: ANDIKA HAZRUMY *)

Banyak persoalan dan tantangan yang telah membuat kita kuat sebagai bangsa. Tentunya kualitas permasalahan di tahun politik mendatang tidak akan semudah dengan apa yang sudah kita lalui saat ini.

Oleh karena itu, cita-cita bersama sebagai bangsa adalah rujukan dan falsafah yang mesti menjadi pegangan bersama. Politik adalah sudut pandang dan cara yang dianggap baik untuk dijalankan agar bisa lebih unggul sebagai masyarakat bangsa dan dunia.

Hiruk pikuk politik di tahun 2024 tidak boleh membuat kita terkecoh oleh hal-hal yang bersifat sentimental, diskriminatif dan absurd. Pijakan politik tidak boleh berada pada area menang dan kalah. Apalagi bertekad untuk menang dengan menghalalkan segala cara.

Dalam sistem demokrasi, pemilu sebagai tonggaknya mesti dijadikan kesadaran dan pendidikan politik membangun dimensi kekuasaan yang berpihak kepada masyarakat.

Kontestasi mesti dilihat sebagai salah satu bentuk tanggungjawab setiap warga negara yang terpanggil untuk berkiprah secara nyata dalam panggung politik. Keterpilihan dalam kontestasi politik bukan hanya menduduki suatu jabatan, tetapi memegang amanah menjalankan kehendak rakyat dan konstitusi.

Memilih dalam suatu kontestasi adalah keniscayaan bukan sekedar selera. Memilih perlu ilmu, informasi yang benar dan keyakinan. Memilih bukan satu-satunya instrument vital dalam politik pemilu.

Memilih perlu didasari oleh kesadaran dan tanggungjawab setiap orang terhadap pilihan intelektualitas dan moralitas serta pengalaman praktis kontestan terhadap kiprahnya kepada lingkungan sebelumnya. Inilah yang disebut sebagai modal sosial – yang mesti mendahului elektabilitas dan popularitas.

Demokrasi akan selalu menjadi tumpuan dan harapan terhadap pilihan yang bisa jadi benar atau bisa jadi salah. Namun demokrasi harus dijaga jangan sampai berdiri dalam pilar yang bertumpu pada kekuatan uang.

Demokrasi harus bertumpu pada kehendak dan legitimasi rakyat dalam pilar yang sehat, yakni partisipasi aktif masyarakat yang digawangi oleh pers yang independent.

Masyarakat tidak boleh lagi “dibohongi” oleh pemikiran “copy paste” perubahan yang legalistik, formal dan prosedural tanpa indikator-indikator perubahan yang tepat.

Pemimpin adalah seseorang yang mengetahui suatu jalan, menunjukkan jalan dan menjalankan jalan tersebut. Pemimpin bukan seseorang yang berjalan tanpa tahu arah dan tanpa tahu berapa lama suatu perjalanan akan ditempuh.

Tahun 2024 mesti dijalani dengan kesadaran dan bertanggungjawab terhadap perubahan, perbaikan dan kenyamanan yang lebih baik disetiap sendi kehidupan masyarakat.

Memasuki tahun politik 2024, penting untuk menjadi orang yang tahu dalam tahu, bukan orang yang tahu dalam ketidaktahuan, apalagi menjadi orang yang tidak tahu dalam tidak tahu. Jangan sampai kontestasi berlangsung dalam keramaian sensasi namun kosong dalam substansi.

Sebagai kontestan maka pertanggungjawaban utamanya adalah membangun dan menawarkan pemikiran bukan semata-mata bermain citra dan sebagai masyarakat pemilih tanggungjawab utamanya adalah mempelajari dengan baik sejauhmana konsep dan diksi kepemimpinan telah melekat dalam diri seorang kontestan. (**)

*) ANDIKA HAZRUMY adalah akademisi sekaligus politisi muda yang pernah menjadi Wakil Gubernur Banten. Dan saat ini tengah bersiap kembali mengikuti kontestasi pada Pemilu 2024.

Iman NR

Back to top button