Teguran Berbalas Pengeroyokan Sang Ustad

Foto: Istimewa

Sungguh miris, negeri mayoritas muslim tapi adab yang diajarkan di didalamnya seolah tak nampak dalam diri manusia. Belum lama ini dunia pendidikan berduka atas meninggalnya seorang guru di Sampang, Madura. Yang dipukuli muridnya sendiri, hanya karena ditegur saat belajar.

Dan tanggal 11 Februari 2018, hari Minggu, dini hari tejadi pengeroyokan di depan rumah seorang ustadz bernama Abdul Basit, di Jalan Syahdan, Palmerah, Jakarta Barat. Ustadz Abdul Basit menegur sekelompok remaja yang sering kencing sembarangan, nahas Ustadz Abdul Basit harus mengalami balasan yang tidak mengenakan yaitu pengeroyokan.

Akibat dari pengeroyokan itu, ustadz Abdul Basit mengalami luka dibagian tangan kirinya, karena sabetan clurit yang di lakukan oleh sekelompok pemuda krisis adab itu.

Saat adab sudah jauh dari kepribadian remaja, teguran orang lain pun tak lagi di anggap nasihat baiknya. Remaja saat ini sudah jauh dari nilai-nilai ajaran islam, adab salah satu ajarannya kini kian tergerus dimakan zaman.

Orang tua adalah pendidik pertama anaknya, penting mendidik agama sedini mungkin. Agar saat remaja sudah memiliki benteng dalam jiwa nya untuk mengendalikan nafsu amarahnya. Tak cukup membentengi remaja dengan nilai-nilai agama, kontrol dari masyarakat pun harus membersamainya, begitu pun peran negara, aturan yang diterapkan dalam sebuah negara harus membuat jera para pelakunya.

Wallahualam..

Lia Friyanti (friyantie89@gmail.com)

( IRT dan Anggota AMK Serang)

*AMK= Akademi Menulis Kreatif

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait