Internasional

Tewasnya Jurnalis Rusia Ternyata Palsu, Menjebak Orang Yang Mencoba Membunuhnya

Berita tewasnya jurnalis Rusia Arkady Babchenko di Ukraina, ternyata palsu. Babchenko dilaporkan muncul dalam keadaan hidup dalam konferensi pers tentang kematiannya sendiri.

Demikian diberitakan republika.co.id, Kamis (31/5/2018) yang mengutip berita dari Independent. MediaBanten.Com memberitakan soal kematian Arkady Babchenko di Kiev juga berasal dari berbagai sumber di antara kantor berita Reuteurs dan lainnya. Selain berita penembakan yang tragis itu, MediaBanten.Com juga memaparkan reaksi tokoh-tokoh di dunia atas peristiwa tersebut.

Kepala Dinas Keamanan Ukraina (SBU) Vasily Gritsak, mengatakan kepada wartawan, agensi itu memalsukan kematian Babchenko untuk menangkap mereka yang mencoba membunuhnya. Menurut Anton Gerashchenko, seorang anggota parlemen Ukraina yang memiliki hubungan dekat dengan polisi dan layanan keamanan, ‘operasi khusus yang brilian’ itu sukses , karena pembunuh dan orang yang ada dibelakangnya ditangkap.

Pemerintah Ukaina dan polisi setempat mengungkapkan, Babchenko ditembak beberapa kali di belakang gedung parlemen, di mana istrinya menemukan darah di lokasi penembakan. Namun, Babchenko muncul di konferensi pers pada hari Rabu (30/5) dan mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang berkabung atas kematiannya.

Baca: Tewas Ditembak, Babchenko, Jurnalis Perang Pengkritik Presiden Rusia Paling Keras

Dengan berlinang air mata, wartawan itu mengatakan dia telah melakukan pekerjaannya, dan masih hidup. ”Untuk teman dan keluarga, mohon maaf karena telah membuat Anda mengalami hal ini. Saya telah mengubur teman-teman saya. Saya tahu ini perasaan jijik. Permintaan maaf untuk istriku. Olga sayang, maaf. Tidak ada jalan lain,” ucap Babchenko, dikutip dari Independent, Rabu (30/5).

Babchenko juga berterima kasih kepada SBU dan mengatakan operasi berlangsung dua bulan itu menyelamatkan hidupnya dan menghentikan serangan teroris yang lebih besar. SBU mengatakan telah menerima informasi tentang rencana itu dan berhasil mencegahnya.

Kementerian luar negeri Rusia mengaku senang Babchenko masih hidup, walaupun menuduh Ukraina menggunakan ceritanya sebagai propaganda. Wartawan berusia 41 tahun itu  adalah salah satu wartawan perang paling terkenal Rusia.

Dia berbicara tentang meninggalkan negara tahun lalu karena ancaman berulang terhadap dirinya dan keluarganya. Awalnya, Babchenko dinyatakan meninggal di ambulans dalam perjalanan ke rumah sakit pada Selasa (29/5) malam. Gerashchenko mengatakan wartawan itu meninggalkan apartemennya untuk membeli perbekalan dan kemudian diserang saat kembali. (Dikutip dari republika.co.id)

Iman NR

Back to top button