Wagub: Lulusan BLKI Harus Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

Foto: Tim Media Wagub Banten

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy meminta lulusan Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) mampu menciptakan lapangan kerja, jangan hanya berorientasi mencari pekerjaan.

“Melalui kegiatan ini diharapkan pula agar para peserta pelatihan kerja, tidak hanya terfokus kepada mindset sebagai menjadi pencari kerja melainkan diarahkan juga sebagai wirausaha baru yang menciptakan lapangan kerja,” kata Andika Hazrumy, Wakil Gubernur Banten saat meresmikan Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan Ke-3 Tahun 2018 di Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (15/3/2018).

Andika mengatakan, setelah mengikuti pelatihan kerja ini, para peserta diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru melalui pemanfaatan sumber daya yang ada untuk menciptakan produk bernilai ekonomis. Perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai medium dalam menjalankan wirausaha kreatif. Dengan mengadopsi teknologi informasi dan komunikasi dalam pemasaran dan promosi produk diharapkan dapat memberdayakan perekonomian masyarakat.

Andika menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan peserta pelatihan kerja dapat menambah kompetensi, keterampilan dan daya saing sesuai dengan kebutuhan industri. Pelaksanaan pelatihan kerja secara berkesinambungan diyakini dapat menurunkan angka tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten.

Baca: Wujudkan Sekolah Gratis, Bosda SMKN Periode Januari-Maret Ditransfer ke Rekening Sekolah

Mengutip data BPS Provinsi Banten, Andika mengatakan, angka tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten pada Agustus 2017 mencapai 9,28 % dari jumlah angkatan kerja sebanyak 5,08 juta jiwa. Karenanya, kemitraan dunia usaha/ industri (sektor swasta), pemerintah daerah bersama-sama dengan pekerja dapat terbentuk guna mengoptimalkan kerjasama link and match antara BLKI dengan industri, sehingga dapat meningkatkan lulusan BLKI memiliki keterampilan dan kompetensi bidang tertentu sesuai yang dibutuhkan oleh industri. “Hal tersebut diyakini akan berkorelasi terhadap upaya menurunkan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Banten,” imbuhnya.

Andika mengatakan, pelatihan kerja yang diselenggarakan agar memperhatikan kebutuhan pasar kerja dan dunia usaha. Selain itu, pelatihan kerja diselenggarakan berdasarkan program pelatihan yang mengacu pada standar kompetensi.

“Program-program BLKI adalah salah satu perwujudan dari viso-misi Pak Gubernur (Gubernur Banten Wahidin Halim) dan saya yakni berupa meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, RPJMD Provinsi Banten tahun 2017-2022, dimana salah satu indikator sasaran dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan meliputi aspek perencanaan, pelatihan kerja, perluasan kesempatan kerja hingga pengawasan tenaga kerja,” paparnya.

Pelatihan diikuti oleh 250 orang yang sebagian besar peserta yang mendaftar secara online Pelatihan dibagi ke dalam 14 kelas kejuruan, meliputi Mesin Produki , Autocad Manufaktur, Las Industri – SMAW, Las CO2 – MIG, Las Argon – TIG, Instalasi Tenaga, dan Autocad Gambar Bangunan. Berikutnya, pelatihan kejuruan Operator Komputer, Multimedia, Teknik Sepeda Motor, Teknik Kendaraan Ringan dan Kecantikan Kulit. Berikutnya ada kelas kejuruan Mesin Produksi dan Otomasi Industri/Mekatronika. (Tim Media Wagub Banten)

Berita Terkait