Wahidin, Andika dan ASN Provinsi Banten Saling Berjabat Tangan di Apel Pertama Usai Lebaran 2019

Wahidin Halim, Andika Hazrumy, ASN dan tenaga honorer saling berjabat tangan. Foto: Subag Peliputan dan Dokumentasi Biro ARTP Pemprov Banten.

Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur, Andika Hazrumy menggelar halal bihalal pada hari pertama masuk kerja usai Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2019, Senin (10/6/2019). Para aparatur sipil negara (ASN) yang terdiri pejabat dan dan staf serta tenaga honorer di lingkungan Pemprov Banten memanfaatkan momen ini untuk berjabat tangan di lapangan Setda Pemprov Banten.

“Setelah melaksanakan libur Idul Fitri selama 10 hari, Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Banten harus kembali untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya masing-masing,” kata Gubernur Wahidin Halim di lapangan Apel Setda Provinsi Banten, KP3B, Curug, Kota Serang.

Gubernur Wahidin mengajak seluruh ASN di hari pertama kerja ini untuk langsung bekerja dan tidak bermalas-malasan. Ia juga meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Inspektorat mencatat seluruh ASN yang belum hadir pada hari pertama masuk kerja usai libur lebaran.

“Kita harus kembali kepada kesadaran kita sebagai pegawai, kembali kepada semangat baru karena setelah kita menjalani bulan ramadhan yang bisa melahirkan semangat disiplin dan meningkatkan ketaatan kepada allah SWT maupun ketaatan sebagai ASN,” sambung Gubernur.

Baca:

Gubernur juga mengingatkan kepada seluruh Kepala OPD untuk mengawasi bawahanya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing baik itu dalam menjalankan program kegiatan maupun kedisiplin.

“Kita akan beri sanksi. Akan hanguskan tujangan kinerjanya (Tukin), mulai dari Kadis, Kabid maupunKasubbid, karena mereka bertanggung jawab terhadap staf yang tidak mengikuti apel,” tegasnya

“Kepala OPD selain berperan koordinasi tetapi harus bisa membangun, me-manage (mengelola) yang didalamnya (Staf), bagaimana menggerakan agar semuanya berperan, kalau kepala dinasnya sudah tidak bisa berperan atau membiarkan apa yang terjadi terhadap bawahanya, ini perlu di catat oleh Inspektorat,” ujar Gubernur.

Gubernur mengajak kepada seluruh ASN untuk merenungkan ulang apa yang telah dilakukan untuk masyarakat. “Apakah kita sudah merasa cukup atau telah memenuhi tanggungjawab sebagai ASN? karena kalau tidak, Allah akan turunkan derajat kita. Saya minta kepada Pak Sekda untuk melaksankaan koordinasi kembali dengan Kepala Dinas di bantu dengan Inspektorat dan BKD terkait dengan disiplin pegawai,” imbuhnya.

Gubernur mengaku banyak menerima laporan dari masyarakat terkait kondisi di Situs Kawasan Kesultanan Banten (Banten Lama) saat libur lebaran kemarin.

“Saat ini kita sedang membangun Banten lama dengan dana ratusan milyar, tetapi tidak terurus. Saya banyak mendapatkan laporan tentang kembali kotornya Banten lama, ini salah satu pembangunan yang kita laksanakan tidak kita rawat dan pelihara, ini yang membuat saya tersinggung, kenapa tinggal ngurus saja tidak dilaksanakan,” ucapnya.

Atas kondisi ini, Gubernur kembali menegaskan agar seluruh OPD terkait untuk mengevaluasi pengelolaan kawasan Banten lama agar terasa nyaman, aman, bersih dan indah. (Siaran Pers Subag Peliputan dan Dokumentasi Biro ARTP Pemprov Banten)