Walikota Serang Marah, Pencapaian PBB Kurang 50 Persen

Walikota Serang, Syafrudin marah-marah, karena realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pedesaan di Kota Serang per-Oktober 2019 belum mencapai 50 persen. Padahal pencapaian realisasi PBB Pedesaan sampai akhir tahun ini, menurutnya hanya tersisa tenggang waktu sekitar dua bulan.

Nada marah-marah Syafrudin, Walikota Serang terlontar saat acara monitoring dan evaluasi penerimaan PBB Pedesaan dan Perkotaan Triwulan III tahun anggaran 2019 di Hotel Flamenggo, Kota Serang, Kamis (24/10/2019).

Dia menyebutkan, untuk Kecamatan Curug baru mencapai 34,70 persen, Kecamatan Walantaka 35,60 persen, Kecamatan Cipocok Jaya 27,70 persen, Kecamatan Serang 35,90 persen, Kecamatan Taktakan 26,60 persen, dan Kecamatan Kasemen 28,20 persen.

“Kerjanya apa lurah-lurah ini, coba dipikir sendiri. Hanya PBB saja bisa seperti ini. Apa yang lurah kerjakan selama ini, dari bulan Januari-Oktober. PBB Pedesaan belum mencapai 50 persen, malah yang Perkotaan yang bagus sekitar 64,80 persen,” katanya.

Baca:

Lurah dan Camat

Syafrudin mengungkapkan, para lurah diberikan jabatan dan amanah untuk bekerja serta bertugas sebagai pemerintah, salah satu tugasnya yaitu pencapaian realisasi PBB ini. Dia juga mempertanyakan, apakah selama ini sering mengadakan rapat kaitan evaluasi kinerja antara Camat dan para Lurah di Kota Serang.

“Dulu ketika saya menjabat sebagai camat, ada itu evaluasi setiap bulan. Malah setiap satu minggu sekali diadakan coffee morning di Kecamatan guna mengevaluasi kinerja, baik dari sisi pelayanan, kemudian PBB dan lain sebagainya,” katanya.

“Lah sekarang, belum mencapai target saja sudah dikasih hadiah. Kalau tau mau dikasih hadiah mah saya stop itu. Tapi apalagi kalau nanti sudah mencapai target, saya pasti kasih lebih dari itu,” tambahnya.

Syafrudin menegaskan, pihaknya akan mengadakan evaluasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada Desember mendatang. Ia mengintruksikan, agar para Lurah bekerja selama dua bulan ini dapat mencapai target. Namun, apabila tidak mencapai target maka pihaknya akan mengevaluasi kinerja para Lurah se-Kota Serang.

“Jadi mohon maaf, kalau tidak tercapai target. Jangan salahkan kami ketika mengevaluasi kinerja para Lurah. Apalagi kalau sampai jeblog. Jangan main-main ini,” katanya.

Syafrudin membeberkan, baru hamya ada beberpa Kelurahan yang mencapai diatas 50 persen. Diantaranya Kelurahan Kota Baru, Taktakan, Lebak Wangi, dan Pabuaran. “Kelurahan yang lainnya ancur semua ini, keterlaluan. Seharusnya kalau sudah Oktober ini, minimal sudah mencapai 60 atau 70 persen. Kalau bisa sampai 75 persen itu lebih bagus, baru diapresiasi. Jangan ini mah baru juga dibawah 50 persen sudah dikasih hadiah,” ujar Syafrudin. (Sofi Mahalali)

Sofi Mahalali

Next Post

DPD Gerindra Banten Buka Penjaringan Kepala Daerah

Kam Okt 24 , 2019
Dewan Pengurus Daerah Partai Gerakan Indonesia Raya (DPD Gerindra) Provinsi Banten akan membuka penjaringan Bakal Calon (Balon) untuk Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota di empat daerah di Banten yang akan melaksnakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Penjaringan tersebut akan dilakukan pada 1-15 November 2019. Hal itu […]
dpd gerindra buka penjaringan