Perkuat Penegakan Hukum, Polda Banten Optimalisasi Call Center 110
Polda Banten melakukan penguatan penegakan hukum yang profesional, peningkatan pelayanan publik, serta optimalisasi Call Center 110 sebagai bagian dari implementasi Transformasi Polri Presisi dalam mendukung program kerja pemerintah 2026.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Banten 2026 di Aula Gawe Kuta Baluwarti, Kota Serang, Senin, menekankan pentingnya soliditas dan sinergitas internal guna menghadapi dinamika keamanan dan tantangan global.
“Soliditas dan sinergitas TNI-Polri dari tingkat pimpinan hingga anggota terbawah menjadi kunci dalam menghadapi dinamika global, tantangan keamanan modern, dan kompleksitas persoalan bangsa. Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Hengki.
Ia menekankan penegakan hukum harus dilakukan secara prosedural, transparan dan akuntabel, serta mengedepankan pendekatan yang berkeadilan.
“Laksanakan penegakan hukum secara prosedural, transparan dan akuntabel. Hindari pendekatan represif berlebihan, kedepankan keadilan restoratif, dan bangun budaya integritas. Ukur kinerja bukan hanya dari output, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dalam penguatan layanan publik, Polda Banten melakukan optimalisasi Call Center 110 sebagai pintu utama pengaduan masyarakat, sekaligus memperkuat fungsi intelijen sebagai sistem peringatan dini (early warning system) melalui langkah preemtif dan preventif menjaga situasi kamtibmas.
Kapolda juga meminta jajarannya fokus pada pemberantasan kejahatan prioritas, meliputi narkoba, judi daring, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), kejahatan siber, dan korupsi, termasuk memaksimalkan asset recovery dalam penanganan perkara ekonomi.
Selain itu, dukungan terhadap program strategis nasional seperti swasembada pangan dan energi, perlindungan sumber daya alam dari eksploitasi ilegal, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dan kerawanan sosial menjadi bagian dari agenda pengamanan yang harus dikawal.
Rapim tersebut juga menekankan penguatan implementasi Transformasi Polri Presisi hingga tingkat Polsek, peningkatan profesionalisme penyelidikan dan penyidikan, serta pengawasan internal yang terukur dan akuntabel.
Hengki mengajak seluruh personel Polda Banten untuk menjadikan Rapim ini sebagai momentum konsolidasi dan akselerasi kinerja.
“Mari kita hadir sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang responsif, profesional dan berintegritas. Dengan soliditas dan sinergitas, kita wujudkan Banten yang aman, kondusif dan mendukung penuh keberhasilan pembangunan nasional Tahun 2026,” ujar dia. (Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan – LKBN Antara)









