Begini Suasana Berburu Buah-buahan di Cilegon Sambil Ngabuburit
Suasana sore hari di kawasan Munjul, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Provinsi Banten, semakin ramai dengan aktivitas masyarakat yang berburu buah-buahan sambil ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa.
Salah satu lapak buah di lokasi tersebut, terlihat dipadati pembeli karena menawarkan harga yang relatif murah dibandingkan harga pasar pada umumnya.
Menjelang sore, warga berdatangan untuk membeli berbagai jenis buah seperti pir, jeruk, dan apel yang dijual dalam kondisi segar dan sudah dikemas rapi. Banyak pembeli memanfaatkan momen ngabuburit untuk berbelanja kebutuhan berbuka puasa.
Salah seorang pedagang mengatakan, bahwa ramainya pembeli terjadi karena stok buah sedang melimpah sehingga harga bisa ditekan lebih terjangkau. Selain itu, meningkatnya kebutuhan buah selama bulan puasa turut mendorong penjualan.
“Alhamdulillah setiap sore ramai, apalagi kalau harga lagi turun. Banyak yang beli untuk buka puasa,” ujar pedagang ditemui, Minggu (1/3/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan, pembeli nampak memilih buah satu per satu untuk mendapatkan kualitas terbaik. Tidak sedikit juga warga yang membeli dalam jumlah lebih banyak untuk persediaan beberapa hari ke depan.
Keramaian lapak buah ini, menjadi salah satu aktivitas favorit masyarakat sekitar untuk mengisi waktu ngabuburit, sekaligus membantu meningkatkan perputaran ekonomi pedagang lokal.
Sidak Lapak
Diketahui, sebelumnya Pemerintah Kota Cilegon melalui Disperindag dan Dinkes, bersama DKPP, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional. Sidak perdana dilakukan di lapak buah-buahan wilayah Cikerut, Kecamatan Cibeber.
Kegiatan sidak selama bulan suci Ramadhan. ini dilakukan, untuk mengantisipasi adanya kandungan zat berbahaya pada buah-buahan yang beredar di pasaran.
Analis Perdagangan Ahli Muda Disperindag, Dedi Jauhari mengatakan, kegiatan ini bertujuan memastikan keamanan pangan sesuai UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah No. 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan.
“Kami bersama petugas terkait, keliling ke pedagang buah untuk memastikan barang yang dijual aman menjelang Ramadhan,” ujarnya.
Petugas mengambil sampel buah untuk rapid test guna memastikan tidak ada kandungan berbahaya. Sidak ini, juga menjadi tindak lanjut dari aduan masyarakat terkait persaingan harga antar pedagang.
“Semua akan kami periksa dan tes. Yang penting aman dan nyaman untuk dikonsumsi” katanya.
Secara umum, kondisi kebersihan lokasi penjualan terpantau normal dan layak. “Yang utama tetap keamanan makanan,” terangnya.
Administrator Kesehatan Muda Dinkes, Dr. Asep Awaludin menegaskan, pentingnya pengawasan terpadu agar masyarakat mendapatkan pangan sehat dan aman dari pencemaran fisik, kimia, maupun biologis selama berpuasa.
Disperindag mengimbau pedagang untuk berjualan secara wajar dan konsumen agar menjadi pembeli cerdas.
“Masyarakat tidak perlu panic buying. Kami juga memantau kebutuhan pokok lainnya, bukan hanya buah,” tegas Dedi. (Penulis : Daeng Yusvin)





