Lingkungan

Gubernur Perintahkan DLHK Banten Atasi Pencemaran Sungai Cisadane di Pakuhaji dan Teluknaga

Gubernur Banten, Andra Soni menyatakan sudah menemukan sumber atau asal pencemaran Sungai Cisadane yang mengubah airnya menjadi hitam di wilayah Pakuhaji dan Telunaga, Kabupaten Tangerang.

Andra Soni menginstrsikan agar Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten untuk memastikan penyebabnya dan mengatasi pencemaran air Sungai Cisadane tersebut.

Berdasarkan hasil penelusuran DLHK Provinsi Banten, Sungai Cisadane berubah warna menjadi hitam bersumber dari saluran muara Kali Sabi di Kampung Bayur Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk Kota Tangerang.

“DLHK Banten sudah melakukan penelusuran, dan sudah menemukan titik sumbernya mengapa Sungai Cisadane berubah warna menjadi hitam,” ungkap Andra Soni, Sabtu (18/07/2026) yang dikutip dari siaran per Biro Adpim Pemprov Banten.

Andra Soni menegaskan bahwa salah satu industri ditengarai menjadi penyebab Sungai Cisadane di bagian hilir berubah warna menjadi hitam.

“Penyebabnya sudah ketemu, saya minta DLHK Provinsi Banten berkoordinasi dengan DLH Kota Tangerang untuk segera tindaklanjuti. Bila terbukti melanggar segera dilakukan tindakan tegas dan terukur sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten melakukan investigasi dengan fokus tiga aspek utama untuk mengusut tuntas pencemaran limbah yang menyebabkan aliran Sungai Ciujung, Kabupaten Serang, kembali berwarna hitam pekat dan berbau menyengat (Baca: DLHK Banten Akan Investigasi Pencemaran Limbah di Sungai Ciujung Serang).

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLHK Banten, Wawan Wahyudi di Serang, Senin, menjelaskan bahwa langkah terukur ini diambil guna merespons keluhan masyarakat setempat soal pencemaran limbah ke air sungai tersebut. Pihaknya saat ini tengah mematangkan analisis awal sebelum dijadwalkan turun langsung ke lokasi pada pekan depan.

“Kasus di sungai ini sifatnya sudah kumulatif. Oleh karena itu, sebelum turun ke lapangan, kami sedang mendalami tiga fokus investigasi untuk memastikan akar persoalannya,” ujarnya. (IN Rosyadi)

Iman NR

Back to top button