Lingkungan

BPBD Lebak dan Tagana Distribusikan Air Bersih Ke Desa Alami Kekeringan

‎Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lebak, Banten mendistribusikan air bersih ke sejumlah desa yang dilanda kekeringan akibat kemarau panjang.

‎Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta di Lebak, Sabtu, mengatakan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan bisa mengajukan permohonan bantuan pendistribusian air bersih untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

‎Permohonan pengajuan air bersih secara gratis, sedangkan caranya warga menyampaikan melalui WhatsApp ke BPBD Lebak, dengan diketahui kepala desa setempat.

‎BPBD dengan relawan Tagana Lebak berkolaborasi mendistribusikan air bersih bagi masyarakat yang mengalami krisis air.

Pihaknya hari ini mendistribusikan air bersih untuk warga Cibuah Nangklak RT 016 RW 005 Warunggunung dengan jumlah 47 kepala keluarga (KK) dengan 156 jiwa dan jumlah air 5.000 liter.

‎Selanjutnya, pendistribusian air bersih untuk warga Cibuah Masigit RT 007 dan RT 009 RW 004 Warunggunung dengan jumlah 93 KK, dan 331 jiwa serta 5.000 liter.

‎”Kami berharap masyarakat yang mendapatkan bantuan pendistribusian air bersih mencukupi untuk keperluan MCK selama beberapa hari ke depan,” kata Sukanta.

Ia mengatakan masyarakat berpotensi mengalami krisis air bersih karena berbagai faktor, di antaranya penyusutan sumber akibat kekeringan, dampak kemarau panjang.

‎Selain itu, belum mendapatkan jaringan pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

‎Berdasarkan hasil pemetaan wilayah Kabupaten Lebak yang masuk rawan krisis air bersih tercatat 90 desa di 23 kecamatan.

‎”Kami mempersiapkan tiga unit armada kendaraan tangki untuk penyaluran air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih,” katanya.

Suryadi, warga Warunggunung, Kabupaten Lebak mengaku bahwa masyarakat merasa senang setelah mendapatkan pasokan air bersih dari BPBD dan relawan Tagana.

Ia menyebut krisis air bersih yang melanda wilayah itu sudah berlangsung tiga pekan terakhir dengan kondisi sumur mengering.

‎”Kami berharap pendistribusian air bersih bisa dilakukan setiap pekan untuk memenuhi untuk keperluan MCK saat musim kemarau,” katanya. (Pewarta : Mansyur Suryana – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button