Pemkab Pandeglang Salurkan 283.000 Liter Air Bersih ke 56 Desa Terdampak Kekeringan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang, Banten menyalurkan 283.000 liter air bersih ke 56 desa di 15 kecamatan yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD-PK Kabupaten Pandeglang Lilis Sulistiyati di Pandeglang, Senin, mengatakan penyaluran air bersih tersebut berjalan lancar, dan masyarakat mengantre dengan tertib.
Selama ini, masyarakat yang dilanda krisis air bersih terus bertambah karena kemarau masih berlangsung.
Masyarakat bisa mengajukan permohonan permintaan air bersih ke BPBD PK bertambah dan hampir setiap hari mendistribusikan ke pelosok desa yang mengalami kekeringan.
Hingga 10 Agustus 2026, 283 ribu liter telah didistribusikan kepada 6.116 kepala keluarga (KK) atau 22.637 jiwa tersebar di 56 desa di 15 kecamatan.
Penyebab krisis air bersih di 15 kecamatan tersebut, karena berbagai faktor di antaranya akibat tidak tersentuh jaringan Perusahaan Daerah Air MInum (PDAM) Berkah Pandeglang, sumur air bawah tanah kering dan sumber air permukaan mengalami kekeringan.
Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di daerah kekeringan mengajukan permohonan air bersih untuk keperluan mandi cuci dan kakus (MCK).
”Saya kira kalau air untuk dikonsumsi minum mereka bisa membeli air minum dalam kemasan galon,” katanya.
Rohmat, warga Cikeusik Pandeglang mengatakan pihaknya bersyukur setelah dipasok air bersih dari BPBD-PK Pandeglang, sehingga mencukupi kebutuhan MCK tiga hari ke depan.
”Kami berharap setiap tiga hari dipasok air bersih untuk keperluan MCK, karena sumur bawah tanah mengalami kekeringan,” katanya. (Pewarta : Mansyur Suryana – LKBN Antara)









