Patroli Siber di Tangerang Cegah Konten Provokatif Demo di DPR Jakarta
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang, Polda Banten, memperkuat operasi patroli siber untuk mencegah sebaran konten di media sosial (medsos) yang bisa memprovokatif massa pada aksi demonstran di DPR RI, Jakarta.
“Kita masih terus patroli di sosial media, informasi sekecil apapun kita terima,” kata Kasubnit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) pada Reskrimsus Polresta Tangerang, Ipda Steven Bangun di Tangerang, Kamis.
Ia menjelaskan patroli siber yang dilakukan kepolisian berkonsentrasi terhadap sejumlah akun-akun di berbagai platform media sosial, terutama homeless media.
Pasalnya, kata dia, saat ini sebaran informasi di jejaring media sosial diindikasikan menjadi sarana penyebaran hoaks bagi beberapa kelompok tak bertanggung jawab.
Namun demikian, kata Steven, pihaknya belum menemukan adanya ujaran provokatif yang diunggah oleh pengelola akun yang berada di wilayah hukum Polresta Tangerang.
“Sejauh ini masih aman. Belum ada hal yang menonjol. Tapi tapi sampai saat ini kita terus patroli,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Tangerang, Kompol Raden Mochammad Sofian menyebutkan sedikitnya 200 lebih personel gabungan melakukan patroli dan penyekatan pergerakan terhadap massa aksi yang menuju Jakarta untuk menggelar aksi demonstrasi melalui Gerbang Tol hingga Stasiun Kereta.
“Kami mempersiapkan untuk mengantisipasi adanya masa yang akan ke Jakarta, khusus wilayah Tangerang. Tentunya kita mengantisipasi adanya para pelajar, baik itu anak-anak SMP maupun SMA, yang ikut aksi,” katanya.
Pola penyekatan dan pengamanan terhadap pergerakan massa aksi dipetakan di sejumlah titik krusial yang disinyalir menjadi jalur mobilitas, khususnya para remaja dan pelajar.
Fokus penyekatan dan pemantauan ketat dilakukan di beberapa lokasi strategis seperti di jalur perbatasan Gumarang (antara Tangerang dan Curug), akses Tol Metro, serta pintu Tol Balaraja Barat, Balaraja Timur, Kedaton, hingga jalur arteri di Binuang.
Kemudian, pengawasan juga dilakukan di Stasiun Daru, Stasiun Tiga Raksa, dan Stasiun Cikoya. Selanjutnya, penempatan personel gabungan di berbagai objek vital serta kawasan terminal guna mencegah aksi mobilitas massa menuju Jakarta.
“Untuk memaksimalkan pengamanan, Polresta Tangerang tidak bekerja sendiri. Sebanyak 200 personel kepolisian didukung oleh unsur TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol PP untuk melaksanakan patroli skala besar,” kata dia. (Pewarta : Azmi Syamsul Ma’arif – LKBN Antara)








