Pemkab Serang Jadikan Desa Cikolelet Jadi Percontohan Desa Wisata
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menjadikan Desa Cikolelet di Kecamatan Cinangka sebagai percontohan atau role model pengembangan desa wisata yang sukses mengolaborasikan pelestarian budaya dengan peningkatan ekonomi masyarakat.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah melalui keterangannya di Serang, Sabtu, mengatakan keberhasilan Desa Cikolelet yang konsisten menjaga tradisi, salah satunya melalui gelaran rutin Festival Cikolelet, membuktikan bahwa potensi lokal yang dikelola dengan baik mampu melahirkan prestasi dan dampak ekonomi ganda (multiplier effect).
“Penyelenggaraan Festival Cikolelet tidak hanya menyajikan hiburan masyarakat, tetapi juga memperkuat fondasi kebudayaan daerah. Pariwisata berbasis komunitas yang tumbuh di desa ini telah memberikan dampak ekonomi nyata yang dirasakan langsung oleh warga, dan Pemkab Serang akan terus mendukung,” katanya.
Sebagai percontohan, Pemkab Serang menyoroti kuatnya identitas budaya warga setempat yang terlihat dari pelestarian seni warisan leluhur, seperti pentas Rampak Bendrong Lesung hingga pagelaran Wayang Golek Giri Harja Putra 2.
Bupati juga mengingatkan warga agar terus menjaga keramahan, keamanan, dan kebersihan lingkungan demi kenyamanan para wisatawan.
Kepala Desa Cikolelet Ojat Darojat menyambut baik dukungan penuh Pemkab Serang. Ia menjelaskan bahwa desanya telah berstatus desa wisata sejak 2017 dan mengantongi sertifikat kearifan lokal dari kementerian terkait sebagai wilayah dengan akar tradisi yang kuat.
“Ini adalah modal dasar kami dalam mengembangkan inovasi di Cikolelet. Walaupun dengan berbagai tantangan, kami tetap fokus pada pengembangan desa wisata melalui konsep pelestarian tradisi budaya tersebut,” ujar Ojat.
Langkah Pemkab Serang dan masyarakat Cikolelet tersebut turut mendapat apresiasi dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto yang hadir dalam acara tersebut.
Yandri menilai menjadikan Cikolelet sebagai desa wisata unggulan adalah langkah cerdas karena terbukti mampu menghidupkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), memajukan BUMDes, sekaligus menjaga tradisi lokal secara berkelanjutan. (Oleh Desi Purnama Sari – LKBN Antara)








