Batalkan Putusan, Masjid di Wina Tetap Dibuka Untuk Umat

Foto: Istimewa

Menjelang Idul Fitri 2018, kabar gembira berhembus dari Wina, Austria. Kabar itu adalah pemerintah setempat membatalkan rencana penutupan masjid di kota itu. Keputusan pemerintah itu terjadi setelah negoisasi asosiasi masjid dengan pemerintah.

“Kami terkejut ketika pemerintah Austria memutuskan untuk menutup masjid,” kata Presiden Asosiasi Masjid Vienna Alperenler, Haci Yagci, dikutip Andalu Agency, Kamis (14/6/2018).

Haci Yagci mengatakan, masjid tempat mereka beribadah telah berada di tempat yang sama sejak 1992. Hingga saat ini, Yagci menambahkan, tidak ada hal negatif yang dilakukan masjid ataupun umat Muslim yang ada di lokasi.

Baca: Wagub Banten Tutup Safari Ramadhan Banten Tahun 2018 di Tangsel

“Kami sebagai anggota dari Otoritas Agama Islam dan kami membayar biaya keanggotaan kami. Kami telah mengatasi permasalahan dan sekarang jamaah bisa datang dan beribadah,” kata Yagci.

Sebelumnya, Kanselir Austria Sebastian Kurz mengumumkan keputusannya untuk menutup tujuh masjid pekan lalu. Ia juga mengatakan akan mengusir 40 imam sebagai bagian dari tindakan keras terhadap apa yang disebut politik Islam.

Pemerintah mengatakan, 60 dari 260 imam di Austria kemudian diselidiki karena diduga memiliki hubungan dengan nasionalis Turki, seperti dilansir BBC, Jumat (8/6). Pada April lalu muncul gambar-gambar yang menunjukkan anak-anak dalam seragam tentara Turki memerankan kembali Pertempuran Gallipoli selama Perang Dunia Pertama.

“Kami bertindak tegas dan aktif terhadap perkembangan yang tidak diinginkan dan pembentukan masyarakat paralel, dan akan terus melakukannya jika ada pelanggaran hukum tentang Islam,” kata Kurz. (republika.co.id/Iman Nur Rosyadi)

Berita Terkait