Kasepuhan Lebak Larang Gelar Seren Tahun Berburu Tupai

berburu tupai

Kesepuhan Lebak Larang menggelar seren taun 2019 di Desa Ciladu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak. Sabtu, (7/9/2019). Dalam rangkaian acara tersebut ada yang unik. Sebab, para pemburu dari berbagai daerah dari Lebak, Jakarta, Bogor hingga Bekasi ikut berpartisipasi mendaftarkan diri untuk membantu petani di lingkungan Kesepuhan Lebak Larang dalam membasmi hama tupai.

Kesepuhan Adat Lebak Larang yang diketuai Abah Ata memang baru pertama kali menggelar rangkaian acara memburu hama hewan tupai guna mempertahankan hasil petani dari ancaman hama di area hutan Kampung Lebak Larang.

Rendi, Ketua Panitia acara memburu hama petani mengatakan, acara ini merupakan rangkaian seren taun Kesepuhan Lebak Larang. Penembak atau bedilres diberbagai daerah turut berpartisipasi dengan beberapa tim kelomok yang hobi menembak.

Baca:

Membantu Petani

“Intinya ini dalam rangka membantu para petani membasmi hama serta dalam memeriahkan acara seren taun Kesepuhan Lebak Larang, Abah Ata. Dan ini baru pertama kalinya di wilayah Kecamatan Cibeber dilakukan acara tersebut serta di ikuti dari berbagai daerah,” katanya kepada MediaBanten.Com Senin, (9/9/2019).

Menurut Rendi, pihaknya telah melakukan pembukaan pendaftaran memburu hama sebelumnya. Dan pada 6 September dilakukan tehnikal metting di kediaman Abah Ata. Ia menjelaskan, dalam aturannya bagi para penembak yang telah mendaptarkan diri harus memiliki tim kelompok 4 sampai 5 orang. Adapun jenis senapan angin yang dibolehkan merupakan jenis senapan angin PCP, Gejluk dan Uklik.

Sementara itu. Sinyo Aden salasatu pendaftaran pemburu hama tupai dari tim kelompok Gorden Monting Cirotan (GMC) yang beranggotakan 3 orang mengaku senang dalam mengikuti acara tersebut. Dirinya mengharapkan acara seperti ini terus dilakukan guna membantu petani dari ancaman hama.

“Saya merasa senang bisa turut serta dalam acara seren taun juga membantu para petani dalam membasmi hama tupai, ini juga acara yang bisa kita berkenalan dengan sesama pemburu dari luar Cibeber yang di cakup dalam slogan salam satu hobi,” tuturnya. (Ersya Augusta Golda)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait