Kasubag TU KCD Didemo Soal Intervensi ke Sekolah, Gubernur: Itu Hanya Isu

Gerakan Pemuda Peduli Banten (GP2B) dan Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK) Banten menggelar demo di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Senin (20/5/2019). Demo itu menyampaikan permintaan agar Gubernur Banten, Wahidin Halim memecat Fat, Kasubag TU Kantor Cabang Dinas Serang Cilegon Dindikbud Banten.

Demo yang diikuti perserta berseragam hitam-hitam mirip seragam pendekar itu datang ke KP3B sekitar pukul 10.00 WIB berjumlah sekitar 50 orang. “Saudara Fat telah bertindak sewenang-wenang dan mengancam akan memecat kepala sekolah. Pemecatan kepala sekolah itu bukan kewenangan Kasubag TU, tetapi kewenangan Gubernur Banten,” kata Umar, Koordinator Lapangan (Korlap) Demo GP2B dan PGK Banten.

Umar mengatakan, perilaku Kasubag TU yang melampaui kewenangan bukan soal ancam mengancam ke kepala sekolah saja, tetapi juga sudah pada penguasaan anggaran yang sebenarnya sudah dialokasikan di sekolah-sekolah. “KCD itu mau menguasai dan mengatur anggaran yang ada di sekolah-sekolah,” katanya.

Baca:

Sementara itu, Gubernur Banten, Wahidin Halim yang dikonfirmasi wartawan soal demo tersebut mengatakan, apa yang didemokan itu hanya isu saja. “Itu hanya isu, tidak ada intervensi KCD ke sekolah. Itu hanya inisiatif KCD yang menginventarisir siapa saja kepala sekolah yang mau pensiun atau belum. Apa kepala sekolah itu sudah benar atau belum dalam menjalan tugasnya,” kata Wahidin Halim.

Selain soal ancaman pemecatan kepala sekolah dan intervensi KCD ke sekolah, para pendemo itu mengemukakan track record (catatan) Fat, Kasubag TU KCD Serang Cilegon Dindikbud Banten. Fat tercatat sebagai inisiator pembuatan grup WA di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) eselon 2,3 dan 4 untuk mendukung Fadlin Akbar, calon anggota DPD RI yang juga anak Wahidin Halim, Gubernur Banten.

Fat juga terlihat mendampingi Wahidin Halim saat mencalonkan diri menjadi Gubernur Banten di sejumlah partai seperti di Partai Nasdem, PKS, Hanura, PAN dan Partai Demokrat. Fat terlihat mendampingi dan mengantar berkas pendaftar Wahidin Halim. Padahal Fat saat itu tercatat sebagai Guru ASN di SMKN Keragilan, Kabupaten Serang. (Adityawarman)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait