Advetorial

Kepala DKP Banten Dukung Penuh Kejati Tangani Suap Proyek Breakwater Tangerang

Kepala Dinas (Kadis) Kelautan dan Perikanan Provinsi (DKP) Banten, Eli Susiyanti mendukung sepenuhnya proses hukum yang dilakukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten atas penahanan AS, staf UPDT Pelabuhan Perikanan Pantai Labuan dalam kasus penerimaan suap proyek breakwater Rp460 juta.

Eli Susiyanti juga mengaku sudah mendapatkan pemberitahuan atas penahan AS oleh pihak Kejati Banten terkait dugaan dugaan korupsi berupa suap proyek pembangunan strategis daerah breakwater Cituis, Kabupaten Tangerang, tahun anggaran 2023.

“Sebagai kepala DKP Provinsi Banten, tentu saja sikap saya adalah mendukung sepenuhnya proses hukum yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Tinggi dan menyerahkan proses tersebut sebagaiaman semestinya,” kata Eli, Rabu (8/5//2024).

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menahan pejabat di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten inisial AS.

AS ditahan setelah penyidik menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan proyek strategis daerah breakwater Cituis, Kabupaten Tangerang, tahun anggaran 2023.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Banten, Rangga Adekresna melalui keterangan pers menyampaikan, Tim penyidik telah melaksanakan penahanan terhadap 1 orang tersangka dengan inisial AS sebagai ASN (aparatur sipil negara) pada UPTD Pelabuhan Perikanan Pantai Labuan DKP Povinsi Banten.

Dikatakan Rangga, AS ditahan selama 20 hari terhitung 6-25 Mei 2024 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas IIB Serang.

Ranggga menjelaskan, dari hasil penyelidikan sementara, kronoligis kasus ini yakni, AS melakukan pertemuan dengan saksi P untuk membicarakan proyek senilai Rp3,9 miliar tersebut pada Februari 2023.

Dalam pertemuan, sambung Rangga, saksi P membuat kesepakatan pemberian commitment fee kepada tersangka AS sebesar 17 pesen dari nilai proyek.

“Setelah tercapai kesepakatan mengenai commitment fee sebesar Rp 460 juta, dengan tanda jadi sebesar Rp 200 juta,” ujar Rangga.

Usai pertemuan, saksi P kemudian mengirimkan lagi sejumlah uang ke rekening BCA milik AS dan ke rekening BRI milik istri AS dengan total sebesar Rp 407,5 juta. “Pada tanggal 15 Februari 2023 telah menerima hadiah atau janji dari P,” ucap dia.

Rangga menyebut, AS dijerat pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf B, Pasal 5 ayat (1) huruf a, Pasal 11 Undang Undang RI tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Adv)

Iman NR

SELENGKAPNYA
Back to top button