Pemerintahan

KPN: Kepuasan Publik Terhadap Pemkab Tangerang Rendah

Rilis survei Lembaga Kajian Politik Nasional (KPN) menempatkan Kabupaten Tangerang urutan terendah, ketimbang Kota Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel) dalam kepuasan publik atas layanan dari pemerintah daerah masing-masing.

Survei kepuasan publik KPN ini digelar se-Tangerang Raya, sejak 4 -9 Januari 2024 melibatkan 440 responden di tiap wilayahnya. Artinya, jumlah seluruh responden mencapai sebanyak 1.320 orang dengan tingkat kepercayaan diklaim menyentuh angka 95% dan margin of error sekitar 3,2%.

Direktur Eksekutif KPN, Adib Miftahul mengatakan, tujuan survey ini sebagai acuan dan parameter bagi para pemangku kebijakan untuk terus berbenah dalam meningkatkan pelayanan terhadap para warganya.

Alasan menggelar survei hanya untuk Tangerang Raya ini, dikarenakan wilayah tersebut lebih kesohor ketimbang Kota Serang- yang merupakan Ibukota Provinsi Banten. Selain itu, tingkat penduduk urban atau pendatang dari luar kota di wilayah ini sangat tinggi.

“Sehingga kami menilai bahwa tingkat pelayanan publik di wilayah ini menjadi etalase bagi pelayanan di Banten bahkan wilayah sekitarnya yaitu DKI Jakarta dan Jawa Barat,” ujar Adib, dalam keterangan tertulis kepada MediaBanten.Com, Selasa (06/02/2023).

Dosen Universitas Islam SyekhYusuf Unis Tangerang itu mengungkapkan, survei yang dirilisnya ini mengulas 12 isu makro. Antara lain pelayanan publik, aksesbilitas, kemacetan, banjir, kesehatan, ketimpangan sosial, bantuan sosial, lapangan kerja, pendidikan, UMKM, politik anggaran, serta penegakan hukum.

Kepuasan Kota Tangerang

Tamil Selvan, Direktur Riset mengatakan, hasil survey ini adanya trend positif yang menunjukan tingkat kepuasan warga Kota Tangerang berada angka capian diatas rata-rata dari dua Tangerang lainnya. Sebab, penilaian warga ini merujuk adanya kebijakan Pemkot Tangerang yang dirasa berpihak kepada masyarakat.

“Saya kira salah satu penyebabnya adalah kebijakan Pemkot Tangetang yang membayarkan premi BPJS warga kurang mampu, ini patut dijadikan role model di seluruh pemerintah daerah di Indonesia,” ujar Tamil, Dosen Universitas Dian Nusantara ini.

Tamil menerangkan, keberhasilan Pemkot Tangerang yang mendapatkan trend positif ini tentu tidak terlepas dari kepemimpinan Arief Wismansyah- Walikota Tangerang 2013-2023, yang dinilai berani mengambil langkah-langkah taktis “out of the box” untuk melayani warganya.

“Terlepas bahwa ada kebijakannya yang tidak sempurna, saya kira itu adalah proses kepemimpinan. Namun trend survei hari ini menjadi bukti, bahwa kepemimpinan Arief Wismansyah boleh dikatakan berhasil membawa kebahagiaan bagi warga Kota Tangerang,” terangnya.

Namun Tamil mencatat, survey ini menunjukan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Aparat Penegak Hukum (APH) di jajaran kepolisian yang bernaung di Mapolrestro Tangerang Kota masih kurang.

Untuk itu, korp Tribarata perlu berbenah diri dan bekerja lebih optimal serta profesional dalam melakukan penanganan kasus. Sehingga dapat berdampak positif pada kepercayaan masyarakat.

“Lebih jauh lagi, masyarakat tidak tahu jelas apa tupoksi dari Kejaksaan, maka saya kira dua lembaga ini perlu mengandeng para ahli-ahli dan praktisi komunikasi untuk membantu program sosialisasi kepada masyarakat, guna memperbaiki antipati terhadap APH kita,” kata Tamil.

Penelaah Survey KPN dari lembaga riset Visi Nusantara atau Vinus, Subandi Musbah mengatakan, potret kepuasan publik dari hasil survey ang dilakukan KPN ini musti menjadi perhatian serius bagi para pemangku kebijakan.

Utamanya untuk Pemkab Tangerang karena melulu paling rendah. Padahal, Kabupaten adalah induk dari Kota Tangerang dan Kota Tangsel yang merupakan hasil pemekaran.

“Kabupaten Tangerang perlu belajar soal banyak hal. Agar persepsi publik tidak dibawah standar. Dan, Kota Tangerang bisa jadi acuan,” Kata Subandi, Direktur Eksekutif Vinus.

Pemerintah daerah se-Tangerang Raya ini harus terus meningkatkan kinerjanya. Terutama berkaitan dengan pelayanan umum dasar. Hasil Survey yang dilakukan KPN tentu belum bisa memotret semua bidang.

“Tapi ini sudah sangat cukup untuk dijadikan pijakan dalam pengambilan keputusan,” kata Subandi, tokoh pemuda yang juga berasal dari Kabupaten Tangerang. (Iqbal Kurnia)

Editor Iman NR

Iman NR

Back to top button