Lion Air Datangkan 166 Orang Keluarga Korban Jatuhnya JT610 Ke Jakarta

Foto: Google

Sebanyak 90 orang dari pihak keluarga penumpang Lion Air JT610 yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat sudah didatangan ke Jakarta dari berbagai daerah. Senin malam ini (29/10/2018) rencananya 76 pihak keluarga juga didatangkan. Totalnya 166 orang. Lion Air menyiapkan fasilitas akomodasi (penginapan dan pusat informasi di Hotel Iblis, Cawang, Jakarta Timur.

Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group menyampaikan informasi bahwa sehubungan dengan penanganan penerbangan Lion Air JT-610 bahwa sudah menerbangkan dari keluarga penumpang JT-610 yang berasal dari Pangkalpinang, Bangka.

“Kedatangan mereka ke Jakarta dari berbagai daerah itu untuk memudahkan mobilitas ke posko Bandara Halim Perdanakusuma,” kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air dalam siaran pers Humas Lion Air Group yang diterima MediaBanten.Com, Senin petang.

Lion Air juga membuka crisis center di nomor telepon (021)-80820000 dan untuk infomasi penumpang di nomor telepon (021)-80820002. “Kami sangat prihatin dengan kejadian tersebut dan akan terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk mempercepat kepastian infomasi terkait dengan keadaan penumpang dan awak pesawat. Kiranya kepada keluarga penumpang beserta awak pesawat diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menerima cobaan ini serta kepada para petugas SAR diberikan kelancaran dan kemudahan,” katanya.

Potongan Tubuh

Tim gabungan masih melakukan penyisiran di tempat diduga jatuhnya pesawat Lion Air JT-610, tepatnya di sekitar perairan Tanjung Karawang utara pulau Jawa. Hasil penyisiran menemukan sejumlah debris atau potongan bagian pesawat dan potongan tubuh manusia. Penyisiran dilakukan bersama salah satu dari lima kapal Direktorat Polairud, yakni Kapal Kutilang yang bertolak mulai dari Markas Direktorat Polairud, Priok, Jakarta Utara.

Baca: Lion Air JT610 Yang Jatuh Mengakut 178 Penumpang Dewasa, 1 Anak dan 2 Bayi

Kapal Kutilang menjadi seperti posko sementara untuk kapal kapal kecil Polair yang turut melakukan pencarian. Sesampainya di perairan Karawang, perjalanan harus dilanjutkan dengan kapal kecil untuk memudahkan manuver di antara kapal-kapal lain yang melakukan penyisiran. Buih-buih putih mulai tampak di permukaan birunya perairan Karawang. Buih-buih itu sekilas tampak seperti lapisan plastik tipis, mengambang di permukaan.

Sampai di lokasi diduga jatuhnya pesawat, sekitar pukul 16.00 WIB, Senin (29/10/2018), hilir mudik personel dari berbagai elemen Polri, TNI, SAR tampak bahu membahu melakukan pencarian. Teriakan personel dari kapal demi kapal saling bersahutan

Julianto menuturkan, ditemukan pula sejumlah benda dan potongan tubuh yang dikumpulkan di Kapal Basudewa milik Basarnas. Di sekitar benda tersebut, bau menyengat pun langsung menusuk hidung. Tampak di antaranya pakaian, potongan bangku penumpang, properti pesawat, serta sejumlah potongan tubuh.

Potongan tubuh dan properti tersebut menurut Kepala Operasi Kantor SAR Jakarta Made Oka ditemukan di permukaan air laut. Made menjelaskan, penyisiran dilakukan melalui penyelaman oleh personel khusus hingga pukul 17.00 WIB. Petang menuju malam, pencarian dilakukan dengan sistem sonar. “Kita cari terus, dengan menyelam,” kata Made di lokasi.

Made mengatakan, sejak pagi sekitar pukul 08.40 WIB, empat kapal SAR sudah bersiaga. Satu kapal, yakni Asa Jaya menyatakan sebagai saksi yang melihat jatuhnya kapal dalam radius 1 nautical mile. Tim pun melakukan pencarian, bergabung bersama tim Dinas Perhubungan, TNI AL, Polairud Polri yang datang.

Hingga Senin pukul 16.00 WIB, bagian tubuh yang ditemukan dimasukkan dalam kantung-kantung mayat. “Kita satukan di Kapal SAR, kita bawa ke posko utama di Tanjung Priok, sudah lima kantung potongan tubuh dibawa,” kata Made Oka.

Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi yang juga turut berada di tempat kejadian menuturkan, pihaknya telah menurunkan berat enam kapal yang langsung bersinergi bersama kapal dari Mabes Polri, Basarnas, TNI dan elemen lainnya. Agung menuturkan, seluruh pihak sudah bersepakat, setiap temuan akan dikumpulkan di kapal Basarnas.

“Disepakati kalau ada temuan barang atau korban ke Tanjung Priok, lalu kalau jenazah atau tubuh dilanjutkan ke RS Polri untuk diidentifikasi,” kata Agung.

Sebelumnya, Lion Air nomor penenerbangan JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06:20 WIB menuju Pangkalpinang. Setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628” (sekitar Kerawang).

Pesawat mengangakut 178 penumpang dewasa satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi termasuk dalam penerbangan ini ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi. Pesawat dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8. Pesawat ini buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018 . Pesawat dinyatakan laik operasi. (Siaran Pers Humas Lion Air Group / republika.co.id / IN Rosyadi)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait