Ekonomi

1.500 Driver Ojol Demo, Minta Penurunan Potongan Tarif Aplikator

Sebanyak 1.500 driver ojek online (Ojol) dari Provinsi Banten gelar aksi tuntut aplikator turunkan dan setarakan tarif potongan aplikator secara maksimal menjadi 5 persen.

Masa aksi berkumpul di Stadion Maulana Yusuf Kota Serang, Senin (12/9/2022) Pukul 08.00 WIB.

Ribuan masa aksi bersiap bergerak sekitar pukul 09.29 WIB. Mereka memakai seragam dari masing-masing aplikasi dari mulai seragam gojeg, maxim, shope food, grab dan lainnya.

Tidak hanya itu, mobil pickup bermuatan sound system, dilengkapi bendera merah putih, spanduk Ojol dan lainnya dipasang dan berkibang di sepanjang jalan.

Salah satu driver maxim bentangkan karton kuning beruliskan “Di Saat harga Me Chat turun, BBM malah naik rehroh” tulisan dalam karton kuning dan dibentangkan oleh seorang driver maxim.

Kericuhan sempat seterjadi di lokasi berkumpulnya para driver Ojol karena melihat seorang driver masih beroperasi mengantarkan penumpaan saat yang lainnya memperjuangkan nasib.

Aksi tersebut diiringi dengan mogok masal para driver ojol dan pengantar makanan. Bahkan seorang driver shopee mengatakan aplikasi tidak dapat diakses dan dimatikan dari sistem sejak pukul 08.00 WIB.

Pihak kepolisian sudah berjaga di loaksi untuk mengamankan masa aksi.

Ribuan masa aksi gabungan berasal dari Cilegon, Rangkasbitung, Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kota Serang.

Ketua Ojol Taman Sari Kota Serang, Sahna mengatakan, aksi hari ini serentak dilaksanakan seluruh driver online di Banten. Massa yang dikerahkan mencapai 1.500 orang.

“Ada sekitar 1.500 masa aksi dari Cilegon, Rangkas, Pandeglang dan paling banyak Kota Serang,” ucapnya saat ditemui di stadion Maulana Yusuf Kota Serang, Senin (12/9/2022).

Lanjut Sahna, masa aksi driver online berasal dari 4 aplikator, dari mulai Gojek, Maxim, Shopee, Grab dan lainnya. “Kami titik kumpul dari Stadion Maulana Yusuf Kota Serang,” ujarnya.

Rute aksi yang dilalui masa akan dimulai Stadion Maupana Yusuf Kota Serang, menuju Polresta Serang Kota, alun-alun Kota Serang, Palima dan berpusat di KP3B Provinsi Banten.

“Ada aksi matikan mesin saat melewati Polresta Serang Kota sampai ke Alun-alun Kota Serang, dan dari Palima ke KP3B,” jelasnya.

Tuntutan yang disuarakan oleh para driver online se- Provinsi Banten ini adalah menuntut aplikator turunkan potongan aplikasi.

“Kami minta aplikator jangan serakah mengambil keuntungan dari ojol, go food ada potongan, go send ada potongan, kami minta semuanya diturunkan semaksimal mungkin dari aplikator, minimal menjadi 5 persen,” katanya.

Sejauh ini, potongan yang dirasakan oleh para driver online sebesar 20 sampai 30 persen setiap mengantarkan penumpang, makanan dan lainnya. Atau dapat diakumulasikan sekitar Rp4.800 sampai Rp4.000 setiap kali jalan.

“Potongan sekitar 4.800 sampai 4.000, sekarang ekonomi serba sulit, paling setiap hari dapet 3 sampai 4 trip setiap harinya,” ungkapnya.

Sahna mengaku sejak kenaikan BBM, kondisi driver ojol semakin sulit.

“Semakin berkurang penghasilannya, apalagi dibagi untuk kebutuhan anak, rumah tangga dan bahan pokok serba naik. Kami menuntut aplikator harus bisa menyetarakan pendapatan,” pintanya. (Aden Hasanudin / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button