Menhub: Arus Mudik di Merak-Bakauhuni Masih Normal

Sejumlah menteri di antaranya Puan Maharani dan Budi Karya Sumadi, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dan Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir berkunjung ke Pelabuhan Penyeberangan Merak. Foto: Sofi Mahalali

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meninjau sarana dan prasarana angkutan lebaran 1440 H, di tiga Dermaga, di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Sabtu (1/6/2019).

Dalam kunjungannya ia didampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Kapolda Banten Brigjen Pol Tomsi Tohir, dan Kepala ASDP Ferry Cabang Merak.

Menhub Budi mengatakan, sejauh ini menurut pantauannya masih berjalan normal, hal itu dikarenakan waktu liburnya yang cukup panjang. Sehingga para pemudik dapat melakukan perjalanan sejak tanggal 29 Mei 2019.

Ia memperkirakan, untuk di Pelabuhan Merak, kepadatan arus mudik akan terjadi pada H-3. untuk antisipasinya sendiri, ia akan bekerjasama dengan Polda Banten, dan Pemerintah Daerah. “Kita akan antisipasi mulai dari daerah Cikupa, dan sistem raidernya juga akan dipercepat,” katanya.

Budi berharap, tidak ada suatu lonjakan yang melebihi kapasitas, dengan begitu para pemudik dapat mendapatkan fasilitas yang baik. “Kita memang selalu menghimbau, sering-sering lihat informasi baik dari TV, dari online, dan sebagainya. Agar tahu berstrategi diwaktu mana yang senggang,” ujarnya.

Baca:

Dia juga menghimbau, pada massa arus balik, para pemudik disarankan untuk melakukan perjalanan pada tanggal 7 atau 10 Juni 2019. Hal itu dikarenakan puncak arus balik dipresiksi akan terjadi pada tanggal 8 dan 9 Juni 2019.

Menteri Kesehatan, Nila Moeloek mengatakan, pihaknya mendukung adanya posko kesehatan yang disediakan di Pelabuhan Merak. Apalagi terdapat para petugas kesehatan dan mobil ambulace yang standby di 7 posko yang ada di Pelabuhan. “Ada dokter, perawat yang jaga, dan Ambulance. Semua kita siapkan di 7 posko,” katanya.

Sementara Mentri Puan mengatakan, sempat berbicara dengan penumpang, mereka menyampaikan bahwa tiket untuk penyebrangan menggunakan kapal eksekutif cukup terjangkau dengan harga Rp 50 ribu. “Fasilitasnya cukup baik, dan menurut saya sangat bagus. Sehingga kenyamanan ketika mudik kali ini sudah lebih baik,” ujarnya.

Selain itu, untuk pembelian tiket dinilai bagus dan cepat. Karena dengan menggunakan sistem elektronik, e-KTP dan nontunai. Tidak hanya itu, bagi para pemudik yang tidak memiliki e-KTP juga tetap bisa membeli tiket. Yakni melalui pembayaran Bank ataupun manual. “Diharapkan tidak akan ada antrean yang panjang, dan lebih cepat,” katanya. (Sofi Mahalali)