Pasien Covid-19 Melonjak, RSUD Kabupaten Tangerang Buka Tutup IGD

Ruang IGD di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang, penuh. Informasi itu tertulia di kertas pemberitahuan yang pajang dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam pengumuman tersebut tertulis ‘IGD untuk sementara TIDAK menerima pasien baru, dikarenakan ruang perawatan dan ruang IGD saat ini penuh oleh pasien (suspek) Covid-19. Harap maklum,’

Lalu ada catatan lain, RSUD Kabupaten Tangerang hanya bisa menerima pasien yang sudah memegang surat negatif Covid-19 berdasarkan hasil PCR.

“Baru kali ini, UGD RSUD Kabupaten Tangerang stop terima pasien. Semoga para nakes dan dokter di dalamnya sehat selalu,” komentar salah satu warga net.

Terkait pengumuman tersebut, Humas RSUD Kabupaten Tangerang, dr Mohamad Rifki menjelaskan, jika pengumuman tersebut terjadi pada Minggu, 6 Desember 2020.

“Benar, kami terpaksa membuat itu mengingat kapasitas ruang IGD suspek Covid-19 yang penuh. Kalau tidak kita stop maka akan membludak,” klaim Rifki saat dikonfirmasi, Senin, (7/12/2020).

Dia menjelaskan kronologi penuhnya IGD suspek Covid-19 tersebut, bila rumah sakit di era pandemi saat ini, terlebih RSUD Kabupaten Tangerang adalah rujukan utama, pasien yang datang tanpa membawa surat keterangan bebas Covid-19, bergejala ataupun tidak, maka akan dibawa ke IGD suspek tersebut.

Kemudian karena ruangan memberlakukan jaga jarak, idealnya ruangan IGD tersebut bisa terisi hingga 9 pasien saja, atau dimaksimalkan hingga 16 pasien atau dua kali lipat dari jumlah ideal.

Namun, kejadian hari Minggu hingga pukul 18.00 Wib, ruangan IGD terisi sampai 22 pasien. “Jadi kami tutup sementara saat itu, hingga kami berusaha mengurai pasien,” kata dr Rifki.

Para tenaga medis memberlakukan uraian dengan cara menskrining pasien dengan PCR test. Dari 22 pasien sampai malam hari sudah keluar 12 pasien, diantaranya negatif Covid-19 lalu dipindahkan ke IGD non-Covid, serta yang positif dipindahkan ke ruang isolasi.

“Jadi, bila si pasien negatif (Covid-19) maka langsung buru-buru kita pindahkan ke IGD non Covid, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di sana,” tuturnya.

dr Rifki pun memastikan, kalau IGD dan rawat inap untuk pasien non Covid-19, masih aman dan tersedia ratusan tempat tidur. Selain itu bila pasien baru datang dengan membawa hasil tes PCR negatif, maka bisa langsung ditangani.

“Sampai saat ini kita masih berlakukan buka tutup ruang IGD suspek Covid-19, mudah-mudahan sudah normal kembali,” kata dr Rifki.

Hingga saat ini, kata dia, RSUD Kabupaten Tangerang terus berkordinasi dengan rumah sakit rujukan lain yang berdekatan. Termasuk hingga ke Wisma Atlet, bilamana pasien tersebut membutuhkan penanganan lebih lanjut. Bila tidak bergejala, maka akan dirujuk ke Hotel Yasmin, tempat penampungan pasien Covid-19 tanpa gejala.

“Sebab pasien yang datang bukan hanya dari Kabupaten Tangerang saja, tapi dari mana-mana. Kota Tangerang, Tangsel, sampai Jakarta juga ada, tapi kita tidak milih, begitu datang, kita tangani kedaruratannya,” pungkasnya. (Rivai Ikhfa)

Berita Terkait