Peluang Timnas Indonesia Peroleh Medali Emas di SEA Games

sepakboleh Indonesia di SEA Games

Peluang Timnas Indonesia U-23 memperoleh medali emas di SEA Games sudah mulai tampak setelah masuk ke babak final. Terakhir, Indonesia memperoleh medali emas pada tahun 1991 atau 28 tahun yang lalu.

Indonesia membuka kans menjadi juara di SEA Games 2019 setelah melaju ke final lewat kemenangan 4-1 atas Myanmar di Stadion Rizal Memorial, Manila, Sabtu (7/12). Ini pertama kalinya, Timnas Indonesia menembus partai puncak sejak 2013 yang saat itu dikalahkan Thailand.

Pelatih Indra Sjafri mengaku bangga karena pasukannya tampil luar biasa di semifinal. Namun, dia sempat kecewa karena gawang Indonesia kecolongan dua gol di waktu normal. Hasilnya, laga harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Walau melakukan sejumlah kesalahan yang membuat Myanmar bisa menyamakan kedudukan, Indra merasa itu penampilan terbaik yang ditunjukkan pasukannya selama di Filipina. Namun, dia berharap performa anak asuhnya bisa lebih baik lagi saat bentrok Vietnam di Final, Selasa (10/12/2019).

Baca:

“Siapapun lawan di final kita harus siap. Sejak awal saya ditugaskan menjadi pelatih Timnas Indonesia U-23 saya harus bisa mendapatkan medali emas,” kata Indra.

Jika mampu berjaya di SEA Games 2019 , Indra kabarnya bakal diangkat menjadi pelatih tim senior. Dia mengakui sudah punya pengalaman panjang untuk segera mengemban tugas tersebut.

Hanya saja, Indra dipastikan mendapat pesaing. Pasalnya, PSSI diberitakan punya dua kandidat lain untuk menggantikan Simon McMenemy yang di pecat. Mereka adalah Luis Milla dan Shin Tae-yong.

“Tulis di koran, kalau perlu di semua media di Indonesia, Indra Sjafri adalah pelatih yang punya proses yang baik dan sekarang siap ditunjuk menjadi pelatih timnas (senior),” tandas bekas nakhoda Bali United itu. (berbagai sumber / IN Rosyadi)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait