Pemkot Serang Dikritik Soal Penertiban PKL dan Tempat Hiburan Malam

ketua sementara dprd kota serang

Ketua SementaraDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang, Budi Rustandimengkritik Pemerintah Kota (Pemkot) Serang soal penertiban pedagangkaki lima (PKL) dan razia hiburan malam yang dinilai hanya formalitasdan pencitraan.

Budi mengatakan,Pemkot Serang memperlihatkan sikap tidak tegas dan tidak jelas dalamsoal penertiban PKL yang menempati Blok M Pasar Induk Rawu, KotaSerang. PKL dilarang berjualan di sana, tempat daganganyadiobrak-abrik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Hanya sepekan,Pemkot Serang mengubah keputusannya, membolehkan PKL berjualan disana, bahkan menggunakan kios rangka baja ringan.

“Yangdidenger itu siapa. Apakah kelompok tertentu apa bagaimana, kanbingung. Ya intinya Pemerintah Kota Serang tidak tegas. Dalampenyelesaian itu seharusnya Pemkot Serang cukup berurusan dengan PKL,bukan dengan kelompok-kelompok lain,” kata Budi Rustandi, KetuaSementara DPRD Kota Serang, kemarin.

Baca:

Payung Hukum

“Artinya biar steril dulu, apa si keluhan dari PKL. Kalau misalkan direlokasi apa sih keluhan dari PKL, kalau misalkan diteribkan. Tetapi harus sewajarnya jangan berlebihan, karena Pemkot ada payung hukumnya ketika melakukan sesuatu hal,” katanya.

Budi menyarankan,Pemkot Serang harus menyediakan tempat relokasi jika inginmenertibkan PKL di Blok M Pasar Induk Rawu. “Karena para pedagangmemiliki kebutuhan menafkahi keluarganya,” kata dia.

Sedangkan kritikterhadap razia yang dilakukan Satpol PP terhadap tempat hiburan malammenilai hanya formalitas dan pencitraan. “Saya tidak sepakat jikatempat hiburan didiamkan. Tolong tanya ke Komandan Satpol PP, kenapasegel tempat hiburan itu dibuka kembali. Nanti akan saya panggil,”katanya.

Menjawabpertanyaan soal adanya oknum berpengaruh sehingga segel itu bisadibuka kembali, Budi menegaskan, hal itu tidak bisa dibiarkan. Jikadiketahui benar keberadaan oknum tersebut, dia akan melaporkan oknumtersebut ke institusi yang bisa menangani kemampuan si oknumtersebut. “Pada intinya, kemaksiatan di Kota Serang harusdiberantas, tidak boleh dibiarkan,” katanya.

“Tanyakanitu kenapa bisa seperti itu, nanti saya akan panggil Satpol PP.Karena gak ada seperti itu, kalau sesuai aturan disegel ya segel aja.Ada gak payung hukumnya, kalau bisa sampai buka lagi nah ada apaitu,” tegasnya. (Sofi Mahalali)

Sofi Mahalali

Berita Terkait