Sepabola

Perhatian Dunia Pada Tragedi Sepakbola di Stadion Kanjuruhan

Tragedi sepakbola Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang menewaskan 130 orang mendapatkan perhatian dari tim-tim besar sepakbola dunia.

Tim sepakbola di Spanyol dan Belanda mengheningkan cipta saat hendak bertanding sebgai tanda berduka atas tragedi tersebut.

Kerusuhan yang meledak di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10/2022) malam WIB tak luput dari perhatian insan sepak bola dunia.

Media-media olahraga besar Eropa seperti Marca dan The Guardian Sport turut menjadikan tragedi Kanjuruhan sebagai salah satu tajuk utama mereka.

Terbaru, Liga Spanyol dan Liga Belanda menunjukkan solidaritas untuk korban kerusuhan Kanjuruhan.

Adapun pertandingan tersebut dilangsungkan di RCDE Stadium pada Minggu (2/10/2022) malam WIB. Di tempat lain, para petinggi Real Madrid termasuk sang presiden Florentino Perez juga mengheningkan cipta ketika melakukan sebuah pertemuan.

“Saya ingin mengenang para korban tragedi yang terjadi dalam beberapa jam terakhir di sebuah stadion di Indonesia, di mana lebih dari 100 orang telah kehilangan nyawanya. Belasungkawa kami yang terdalam untuk semua keluarga mereka,” kata Presiden Real Madrid Florentino Perez.

Di kompetisi level tertinggi Liga Belanda, Eredivisie, Fortuna Sittard dan FC Volendam juga mengheningkan cipta sebelum melakoni laga pekan ke-8 di Fortuna Sittard Stadium.

Sebelumnya, sepakbola Indonesia kembali berduka setelah sebuah tragedi terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Peristiwa tersebut menewaskan 130 orang pada Sabtu (1/10/2022), usai laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya (Baca: Sepak Bola Indonesia Berduka, 130 Orang Tewas Di Stadion Kanjuruhan).

Jumlah kematian tersebut adalah yang terbanyak dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Menurut data Save Our Soccer (SOS), total korban tewas dalam sejarah sepak bola Indonesia mencapai 78 orang sejak 1995 hingga 2022 sebelum tragedi Kanjuruhan.

Angka kematian dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan jauh melebihi total korban tewas dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Selain itu, bukan hanya 130 orang tewas, 180 orang lainnya mengalami luka – luka akibat insiden tersebut.

Penyebab kematian tersebut disebutkan akibat kekurangan oksigen yang terjadi akibat saling berdesakan. (Editor: Iman NR)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kerusuhan di Kanjuruhan: Ketika Sepak Bola Dunia Mengheningkan Cipta untuk Indonesia…”, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/sports/read/2022/10/02/19241658/kerusuhan-di-kanjuruhan-ketika-sepak-bola-dunia-mengheningkan-cipta-untuk.

SELENGKAPNYA
Back to top button