Personel Polres Serang Amankan Demo Tolak Omnibus Law

Menghadapai rencana aksi unjuk rasa penolakan rencana omnibus law Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) oleh buruh di Banten pada Selasa (3/3) di kawasan KP3B Kota Serang, Polres Serang mengerahkan ratusan pasukannya, guna menjamin keamanan dan ketertiban selama aksi unjuk rasa berlangsung.

Kapolres Serang AKBP Mariyono mengatakan pihaknya telah mengintruksikan seluruh anggotanya, untuk ikut melakukan pengamanan buruh yang hendak malakukan aksi unjuk rasa menolak omnibus las di KP3B Kota Serang.

“Ada sekitar 300 Personel Polres Serang sudah kita siapkan, belum dengan Personel dari Polda Banten maupun TNI. Bahkan saya akan terjun langsung ikut mengawal aksi buruh ini,” katanya.

Menurut Maryono, jalan yang akan dilintasi oleh buruh merupakan jalur nasional, sehingga aktivitas kendaraan pun cukup padat. Guna mengantisipasi terjadinya kemacetan di jalur tersebut, anggotanya telah disiagakan dititik-titik kemacetan.

“Kami pastikan, arus lalu lintas masyarakat akan tetap berjalan normal, meski jalan raya Tangerang – Serang akan dilintasi buruh,” ujarnya.

Untuk itu, Maryono memastikan informasi akan lumpuhnya seluruh jalan di Provinsi Banten merupakan informasi yang tidak bisa dibenarkan atau hoax. Sebab, kepolisian, TNI maupun intansi terkait lainnya akan ikut membantu melakukan pengamanan dalam aksi unjuk rasa tersebut.

“Informasi seluruh jalan raya dab Industri di Provinsi Banten akan lumpuh total itu hoax. karena aksi ini akan kita kawal, dan kami pastikan jalan tetap normal seperti biasa,” tandasnya.

Selain itu, Maryono mengingatkan agar demo buruh berjalan dengan tertib. Secara spesifik, dirinya meminta agar buruh tidak melakukan sweeping, aksi kekerasan, menutup jalan, atau menduduki tempat-tempat tertentu.

“Kita menghargai hak demokrasi, tetapi pelanggaran hukum tentu tidak diperbolehkan. Yang melanggar hukum, siapa pun dia, kami akan tindak,” tandasnya. (yono)

Next Post

Butuh Uang Untuk Berobat, Nekat Maling Motor Teman

Sen Mar 2 , 2020
Tidak memiliki uang untuk berobat ke rumah sakit, AS, 33, warga Kragilan, Kabupaten Serang nekat mengambil motor kawannya sendiri. Motor tersebut dijual seharga Rp2juta melalui media sosial. Akibat perbuatanya, pemuda kelahiran Loksumawe tersebut harus berurusan dengan kepolisian. Kapolsek Kragilan AKP Dadi Permana Putra mengatakan kasus tersebut bermula saat AS berkunjung […]