Kesehatan

Pj Gubernur Banten Cek Langsung Kedatangan 94.000 Vaksin PMK

Pj Gubernur Banten, Al Muktabar mencek langsung kedatangan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) ketiga sebanyak 94.000 dosis di Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten.

Vaksin PMK ketiga bermerek Afotopor itu dimpor dari Perancis dan diterima dalam kondisi baik.

Al Muktabar mengatakan, vaksin itu merupakan bukti kehadiran pemerintah dalam menangani PMK.

“Kami akan terus menerus untuk Pemerintah hadir menangani Penyakit Mulut dan Kuku. Vaksin akan didistribusikan ke daerah sesuai prioritas penyebaran untuk digunakan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” kata Al Muktabar dalam rilis Biro Adpim Banten yang diterima MediaBanten.Com, Selasa (5/7/2022).

Dia mengatakan, setelah pihaknya mengecek langsung ke gudang pendingin Terminal Kargo 520 Bandara Soekarno-Hatta, vaksin Penyakit Mulut dan Kuku merek Aftopor dari Prancis diterima dalam kondisi baik.

“Pemerintah hadir dan sangat serius untuk menangani Penyakit Mulut Kuku. Kita harap masyarakat tenang, Pemerintah akan menangani dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Menurut Al Muktabar, untuk Provinsi Banten telah menerima 1.100 dosis dan akan mengajukan kembali 1.100 dosis ke Kementerian Pertanian.

Di Provinsi Banten ada 2.057 hewan ternak telah terinfeksi PMK. Terbanyak di wilayah Tangerang, mencapai 843 hewan ternak. “Mayoritas akibat mobilitas ternak menjelang Idul Adha,” jelasnya.

“Untuk tingkat kesembuhan mencapai 36% sampai 42%,” pungkas Al Muktabar.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Finari Manan mengungkapkan, Pengawalan Ketibaan Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku merupakan bentuk sinergitas bersama dalam menangani Penyakit Mulut dan Kuku.

“Bentuk sinergitas dan keseriusan dalam menangani Penyakit Mulut dan Kuku. Bergerak bersama untuk menekan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku,” tegas Finari.

Pemerintah Republik Indonesia telah mengimpor vaksin PMK sebanyak 3.104.000 dosis. Import pertama vaksin PMK mencapai 10 ribu dosis yang tiba pada tanggal 12 Juni 2022.

Import kedua sebanyak 3 juta dosis yang tiba pada tanggal 16 Juni 2022. Importasi ketiga sebanyak 94 ribu dosis yang tiba pada tanggal 3 Juli 2022.

Turut hadir Kejaksaan Tinggi Banten, Unsur TNI-Polri, Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Balai Karantina Bandara Soekarno-Hatta, Angkasa Pura II, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten. (Biro Adim Banten / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button