Polairud Banten Berikan Bantuan Korban Tsunami Selat Sunda di Pualau Sangiang

Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Nunung Syaifuddin bersama Kabid Humas Polda Banten Akbp Edy Sumardi Priadinata memberikan bantuan Korban Bencana Tsunami di Pulau Sangiang, Selasa (25/12/2018).

Pemberian bantuan di laksanakan dengan menggunakan 2 Buah Kapal Inkamina dan 1 Unit Kapal Patroli Polisi Bantuan Polairud Polda Banten, yang bertolak dari Dermaga Grand Garden Lama, menyusuri pesisir pantai anyer kurang lebih 1.5 jam perjalanan, serta bersandar di Dermaga Pulau Sanghiyang.

Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Nunung S mengatakan bahwa kegiatan ini adalah upaya polda banten untuk mencari korban-korban pasca tsunami, dengan cara melakukan patroli pantai dengan menyisiri Pantai dan memberikan Bantuan yang di berikan secara langsung kepada 48 Keluarga warga setempat.

Baca: Bhayangkari Polda Banten Barikan Bantuan Korban Tsunami di Mancak

“Bantuan seperti Pakaian layak pakai, sembako, mineral dan makananan ringan siap saji yang kami kumpulkan dari Personil Polairud, Lanal, warga desa cikoneng anyer kami berikan kepada warga pulau Sangiang, yang di terima oleh Lurah Nurwahdinj,” ujarnya.

Solihin, salah satu warga, di desa cikenong menyampaikan Rasa Syukurnya, dan Berterima Kasih kepada Polda Banten. “Alhamdulillah kami sangat senang, bahwa desa kami telah di kunjungi polisi Polairud Polda Banten dan Lanal serta diberikan bantuan dari bapak-bapak polisi,” Ungkap bahagia solihin.

Aminah, 73 tahun, warga cikenong mengucapkan Terima kasih atas bantuan pakaian sembako yang sangat banyak ini, dan Aminah Berharap menemukan adiknya yang masih menghilang “Saya juga mohon bantuan bapak polisi, agar dapat bisa menemukan Adik saya atas nama Suparman 50 tahun Yang belum di ketemukan sejak hari minggu pagi,” katanya. (Siaran Pers Humas Polda Banten)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait