Rektor Untirta : Siti Bisa Ajukan Keringanan Kuliah

rektor untira serang

Rektor Universitas Tirtayasa (Untirta) Serang, Sholeh Hidayat menyarankan Siti Alliah mengajukan surat keringanan pembayaran uang pangkal, yang harus dibayar Siti sebesar Rp 15 juta. Surat tersebut ditujukan ke Rektor Untirta Serang, Soleh Hidayat. Siti tidak perlu mengirimkan surat terbuka ke Presiden RI, Joko Widodo.

“Kalau ada yang keberatan kan kami juga sepanjang memang dari masyarakat itu mengajukan permohonan keringanan pembayaran, kan bisa, tidak sekaligus (dibayar) bukan dikurangi, dicicil, kan bisa kami pertimbangkan,” kata Rektor Untirta, Soleh Hidayat, melalui sambungan selulernya, Jumat (2/8/2019).

Dokumen persyaratan yang harus dibawa Siti berupa surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari kelurahan atau kantor desa, kemudian mengajukan surat permohonan keringan pembayaran uang pangkal yang di tujukkan ke Rektor Untirta.

Nantinya, Rektor Untirta akan mengirim surat ke Wakil Rektor (WR) 2 untuk ditindaklanjuti. Biasanya, akan dilakukan terlebih dahulu mediasi atau musyawarah antara WR 2 denhan calon mahasiswa untuk mencari titik temu.

Baca:

Bisa Dicicil

“Tapi kalau ada (keberatan uang pangkal) kami tanyakan berapa kesanggupannya. Kalau betul-betul tidak mampu ya dicicil lah, tidak usah bikin surat ke presiden, mengajukan (surat peemohonan keringanan) juga belum ke kita,” terangnya.

Sebelumnya, Siti Alliah namanya, usianya baru menginjak 19 tahun. Putri dari petani karet di Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) yang ingin berkuliah di jurusan Teknik Elektro, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, mengirim surat terbuka bagi Presiden Jokowi (Baca: Tidak Mampu Bayar Uang Pangkal Kuliah Untirta, Siti Alliah Kirim Surat Ke Presiden).

Dia berharap Presiden Jokowi terketuk hatinya untuk membantu biaya kuliah Siti, dikampus negeri yang ada di Banten itu.

“Tapi sayang nya pas saya cek uang pangkalnya aja Rp 15 juta. Nah pikiran saya, orang tua saya saja bekerja seperti ini, jadi enggak mungkin mereka bisa biayain kuliah saya begitu kan. Saya mengirim itu (surat terbuka ke Presiden Jokowi), karena saya ingin dapat bantuan dari pemerintah agar saya bisa tetap sekolah,” kata Siti Alliah, melalui sambungan selulernya, Kamis (01/08/2019). (Yandhi Deslatama)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait