Pemerintahan

Segera Dibangun, Pusat Kebudayaan Keagamaan Hadir di Solo

Pusat Kebudayaan Keagamaan akan segera dibangun di samping Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Pusat yang satu kesatuan dengan masjid ini bakal menjadi destinasi wisata edukatif, yang menggambarkan peradaban Islam dan kebudayaan lainnya.

Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin bersama Direktur Urusan Agama Islam Adib dan Direktur Penerangan Islam Ahmad Zayadi, mendiskusikan hal tersebut dengan Rektor MBZUH, Dr. Khalifa Aldhaheri di Kampus Abu Dhabi, Selasa (16/5/2023).

“Sambil proses kesiapan lahan calon lokasi, gambar desain sedang disiapkan,” ujar Khalifa, sebagaimana dilansir dari laman Kemenag, Senin (22/05/2023).

Khalifa pun berharap, ada ahli dari Indonesia yang memberi masukan, sehingga Pusat Kebudayaan tersebut juga merepresentasikan lokalitas.

Sementara itu, Kamaruddin Amin menegaskan proses perencanaan dan pembangunan tersebut agar juga melibat KemenPUPR.

“Diharapkan ada pendampingan memadai untuk proses – proses teknisnya dari PUR, agar terkawal dengan baik,” tandasnya.

Selain berikan hibah masjid, UEA pun bakal membangun Solo Islamic Center di tanah eks Denbekang TNI AD, Gilingan. Hal tersebut sebagai bentuk kolaborasi persahabatan erat Indonesia – UEA.

Sebab itu, UEA saat ini terus mengembangkan pusat – pusat kebudayaan untuk kemanusiaan. Pusat Kebudayaan Keagamaan di Solo diharapkan mengembangkan dialog lintas agama dan budaya.

Nila – nilai moderasi dan toleransi dapat dikembangkan dalam keragaman agama dan budaya di Indonesia.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dengan Persatuan Emirat Arab (PEA) menandatangani kesepakatan pengelolaan bersama Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Kamis (12/1/2023).

Kesepakatan tersebut ditandatangani Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin dan Rektor Universitas Muhammad Bin Zayed PEA, Khaled Salem Al-Yabhouni Al-Dhahrei.

“Masjid Raya Sheikh Zayed Solo merupakan bukti kerja sama Pemerintah Indonesia dan Persatuan Emirat Arab. Sebagaimana kita ketahui, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan keragaman di dunia,” ungkap Kamaruddin dalam sambutannya.

Editor : Abdul Hadi

Abdul Hadi

Back to top button