Hukum

Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Korban Banjir Kota Serang

Tim SAR Gabungan menemukan jasad dua jasad di Kali Kidul Munjul yang merupakan korban banjir di Kota Serang, Rabu (2/3/2022).

Kedua korban itu adalah Aldi (16) dan Farel (11) keduanya warga Kampung Munjul, Kelurahan Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Jasad kedua korban ditemukan oleh Tim SAR gabungan di dasar sungai sekitar 1 km dari lokasi korban dilaporkan tenggelam.

Kapolsek Taktakan, AKP Tohirudin menjelaskan sebelum mengalami musibah kedua korban diketahui bermain di bantaran Sungai Kidul Munjul pada Selasa (1/3) siang.

“Diduga terpeleset, korban Farel terseret arus sungai yang pada saat kejadian kondisi air tinggi karena intensitas curah hujan tinggi,” terang Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Ipda M Nurul Huda.

Melihat rekannya terseret arus sungai, korban Aldi berupaya menolong namun ikut hanyut terbawa arus sungai. Warga yang mengetahui adanya korban tenggelam berupaya mencari namun tidak berhasil ditemukan dan kemudian melaporkan.

“Petugas Polsek Taktakan bersama Tim gabungan Search and Rescue (SAR) yang mendapat laporan segera bergerak ke lokasi dan langsung melakukan pencarian,” kata Tohirudin.

Upaya pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu karet aliran sungai namun kedua korban tidak kunjung ditemukan. Karena kondisi cuaca, pencarian dihentikan sementara, dan dilanjutkan pada Rabu pagi.

“Upaya pencarian membuahkan hasil, kedua jasad korban ditemukan di dasar sungai tersangkut tanah cadas dalam keadaan meninggal dunia. Jasad kedua korban sudah diserahkan Tim SAR kepada pihak keluarga,” ungkap Kapolsek.

Sebelumnya. Walikota Serang, Syafrudin mengumumkan, banjir Kota Serang yang terjadi, Selasa (1/3/2022) mengakibatkan 3.500 orang mengungsi dan lima orang meninggal dunia (Baca: Banjir Kota Serang: Lima Meninggal dan 3.500 Orang Mengungsi).

“Jumlahnya ada 43 lokasi. Yang terdampak banjik ada 1.500 Kepala Keluarga (KK), 3.500 orang mengungsi dan 5 orang meninggal,” ucap Syafrudin.

Syafrudin menjelaskan, lima orang meninggal dunia tersebut 3 orang merupakan anak-anak yang terseret arus. “Jadi 5 orang meninggal, 3 hanyut anak-anak, 1 kesetrum dan 1 lagi terkena longsor,” jelasnya.

Dia menceritakan ketika meninjau lokasi banjir Kota Serang, bahkan ada keluarga yang terisolir di atas genting.

“Di Kasemen itu jam 2 ada yang masih di atas genteng. Tapi setelah dievakuasi jam 4 sudah bisa turun,” ujarnya.

Syafrudin mengaku, banjir sebesar ini baru pertama kali terjadi di Kota Serang, paling biasanya di beberapa titik saja dan itu tidak tinggi kedalamannya.

“Januari saja pas hujan gede paling genangannya 60 Cm, tapi ini pertama kali hampir semua kecamatan terdampak,” katanya. (Reporter: Yono / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button