Pemkot Tangerang Tetapkan Status Siaga Banjir Hingga 9 Maret
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, telah menetapkan status siaga banjir terkait potensi hujan lebat dan sangat lebat hingga esok pagi, Senin 9 Maret 2026 sesuai dengan peringatan dini yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar dihubungi pada Minggu mengatakan pantauan Tinggi Muka Air (TMA) melalui CCTV untuk debit air kali atau sungai masih cenderung naik.
Selain itu dari pengamatan lapangan, masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat di Kota Tangerang dan sekitarnya pada pagi dan siang hari ini.
“Maka itu kita tetapkan status siaga banjir untuk menjadi kewaspadaan bersama serta kesiapan dalam menghadapi potensi hujan lebat yang masih bisa terjadi,” ujar Mahdiar.
Mahdiar mengatakan saat ini terdapat sembilan wilayah kecamatan yang terdampak banjir dengan ketinggian bervariasi mulai 50 centimeter hingga paling parah mencapai 1,5 meter.
Sejumlah warga yang terdampak telah mengungsi ke posko diantaranya RPH dan Mushola Petir Cipondoh, Masjid Ma’arif Petir, dan GOR Total persada.
“Kita terus lakukan evakuasi warga terdampak ke posko pengungsian untuk keselamatan. Sedangkan petugas dari Dinas PUPR terus bekerja melakukan penanganan,” ujarnya.
Anggun, warga Perumahan Taman Cibodas mengatakan hampir sebagian besar pemukiman warga terendam banjir dampak dari luapan kali sabi.
Bahkan kendaraan semua sudah tidak bisa melintasi jalan utama dan juga depan pemukiman sebab sudah terendam banjir. Beberapa waktu masih ada yang di rumah dan lainnya memilih melakukan evakuasi ke tempat lain.
“Ketinggian air sejak sahur sampai sekarang masih tinggi. Sekarang kondisinya masih gerimis dan warga terus bersiaga,” kata Anggun. (Pewarta : Achmad Irfan – LKBN Antara)









