Pemkot Tangerang Siapkan Pompa Portabel di Derah Rawan Banjir
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang menyiagakan pompa portabel untuk menyedot air di dekat pemukiman warga guna mengantisipasi adanya potensi banjir yang bisa sewaktu-waktu terjadi.
Kepala DPUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni di Tangerang, Kamis, mengatakan banjir yang terjadi pekan lalu disebabkan karena intensitas hujan tinggi dan menyebabkan beberapa air sungai meluap.
Oleh karena itu, sebagai mitigasinya, Dinas PUPR menyiapkan pompa portable agar ketika ada peningkatan debit air bisa langsung dilakukan penyedotan menggunakan pompa.
“Untuk jumlah pompa pada satu titik kita siapkan sesuai kebutuhan. Namun, masing – masing pemukiman rawan banjir sudah disiagakan semuanya,” ujarnya.
Pada banjir pekan lalu di perumahan Total Persada Periuk misalnya, terdapat sekitar 20 pompa yang bekerja untuk mempercepat penyedotan air. Sementara di Perumahan Garden City terdapat sekitar delapan pompa, serta enam pompa di kawasan Situ Bulakan.
“Kita sudah siapkan semuanya, termasuk petugas yang dilengkapi dengan kisdam dalam mengantisipasi luapan air dari kali,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan seluruh personel BPBD dikerahkan untuk memastikan penanganan banjir berjalan optimal.
BPBD Kota Tangerang menurunkan ratusan personel yang didukung sejumlah armada operasional, seperti perahu karet, kendaraan rescue, pompa portabel, serta kendaraan evakuasi untuk membantu warga di titik-titik terdampak.
“Seluruh personel BPBD kami siagakan dan langsung bergerak ke lokasi-lokasi terdampak banjir. Kami juga menurunkan armada rescue, perahu karet, serta pompa penyedot air untuk mempercepat penanganan genangan,” kata Mahdiar.
Ia menjelaskan selain melakukan evakuasi dan pemantauan kondisi wilayah, petugas BPBD juga berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait, seperti kecamatan, kelurahan, TNI, Polri hingga relawan guna memastikan penanganan berjalan terpadu.
Mahdiar juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang turut membantu proses penanganan banjir, baik dalam memberikan informasi kondisi lapangan maupun mendukung proses evakuasi warga yang membutuhkan bantuan.
“Partisipasi masyarakat sangat membantu. Informasi cepat dari warga membuat petugas dapat segera bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan,” ujarnya. (Pewarta : Achmad Irfan – LKBN Antara)








