ASDP Indonesia Ferry Fokus Tangani Korban Musibah KMP Aceh Hebat 2
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo atas nama manajemen ASDP, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah KMP Aceh Hebat 2 yang mengalami musibah meledak.
Musibah KMP Aceh Hebat 2 tersebut terjadi pada Jumat (12/6/2026), sekitar pukul 11.55 WIB. Ledakan yang disusul kebakaran, menyebabkan 14 orang mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke RSUD Zainoel Abidin.
Kebakaran dilaporkan terjadi di kamar mesin Kapal Aceh Hebat 2 saat kapal sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.
Heru menyampaikan bahwa perhatian dan fokus utama perusahaan saat ini tertuju pada penanganan para korban yang terdampak akibat kejadian tersebut.
“Pikiran dan perhatian kami saat ini, sepenuhnya tertuju kepada para korban yang sedang menjalani perawatan serta keluarga yang mendampingi mereka. Kami turut mendoakan, agar seluruh korban diberikan kekuatan dan dapat segera pulih,” ujar Heru, Sabtu (13/6/2026).
Ia menegaskan, ASDP akan terus hadir mendampingi para korban selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung. Perusahaan memastikan, para korban dan keluarga tidak menghadapi situasi itu sendirian.
“Fokus utama kami saat ini, adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis terbaik serta pendampingan yang diperlukan,” terangnya.
ASDP terus melakukan pendampingan serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memantau perkembangan kondisi para korban dan memastikan seluruh kebutuhan penanganan dapat terpenuhi dengan baik.
ASDP juga menyampaikan apresiasi kepada awak kapal, petugas pelabuhan, tenaga medis, serta seluruh unsur terkait yang sigap membantu proses penanganan darurat di lapangan sehingga situasi dapat segera dikendalikan.
“Saat ini, perusahaan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang dalam proses investigasi guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut,” kata dia.
ASDP berkomitmen, mendukung penuh proses investigasi yang berlangsung serta melakukan evaluasi menyeluruh sebagai bagian dari upaya memperkuat standar keselamatan operasional.
Ia menambahkan, keselamatan dan keamanan pengguna jasa serta seluruh insan yang bekerja di lingkungan operasional ASDP, akan selalu menjadi prioritas utama perusahaan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan aspek keselamatan sebagai bagian dari tanggung jawab kami dalam memberikan layanan penyeberangan yang andal dan aman,” ungkap Heru.
Peristiwa tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kapten Kapal KN Kresna, Supriyadi mengatakan, korban terbakar diperkirakan berjumlah sekitar 14 orang.
Mayoritas korban, merupakan taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) yang sedang menjalani praktik di atas kapal.
“Korban terbakar, berjumlah sekitar 14 orang, mayoritas taruna Poltekpel yang sedang praktik. Semua korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSZA),” kata Supriyadi kepada awak media.
Sejumlah anak buah kapal (ABK) KN Kresna yang berada di pelabuhan, turut membantu proses evakuasi korban sesaat setelah kejadian. Para korban, kemudian dievakuasi menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pascaledakan, sejumlah ambulans tampak siaga di area pelabuhan untuk mengevakuasi korban. Satu unit mobil pemadam kebakaran juga terlihat berada di dalam area kapal guna memastikan tidak ada potensi kebakaran lanjutan.
Sementara itu, tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polresta Banda Aceh telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. (Penulis : Daeng Yusvin)











