Awas, Anda Bisa Terpapar Covid 19 Dua Kali, Buktinya Jazuli Abdillah

Siapa bilang, orang yang sudah terpapar virus Covid 19, akan imun dan tidak terkena virus sejenis sepanjang hidupnyai? Jazuli Abdillah, anggota DPRD Banten mengalami dua kali terpapar virus Covid, merupakan bukti kuat. Artinya, tidak ada jaminan 100 persen bagi penderita yang sembuh tidak akan terpapar lagi.

Jazuli Abdillah melalui pesan WA yang diterima MediaBanten.Com memastikan dirinya kembali terpapar virus Covid 19. “Hari ini (Senin, 11 Januari 2021 jadwal keluar isolasi,” katanya. Anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat ini menjalani perawatan di RS Sari Asih, Cipondoh, Kota Tangerang.

“Saya dua kali dinyatakan positif. Kali ini berdasarkan hasil swab di Rumah Sakit Muhammadiyah Jakarta,” katanya.

Jazuli bercerita, awalnya dia mengalami demam dan flu, setelah menjalani aktivitasnya yang padat sebagai anggota DPRD maupun kegiatan lainnya.

Sebelumnya, sekitar Oktober 2020, Jazuli terkena virus Covid 19 setelah melakukan swab test. Dia melakukan isolasi mandiri selama lebih 14 hari. Dia tergolong penderita orang tanpa gejala (OTG). Setelah isolasi mandiri, dia dinyatakan sembuh atau negatif sesuai hasil pemeriksaan terakhir.

“Saya mengimbau kepada orang-orang agar jangan menyepelekan viru Covid 19, jangan ujub atau sombong. Tidak ada jaminan tidak terkena lagi virus tersebut. Gunakan masker, jaga jarak dan sering cuci tangan. Ini demi kesehatan sendiri dan orang-orang yang kita cintai,” ujarnya.

Jazuli Abdillah
Jazuli Abdillah, anggota DPRD Banten dari Fraksi Partai Demokrat mengalami reinfeksi atau dua kali terpapar Covid 19. (Foto: Istimewa)

Juru Bicara Covid 19 Banten, Ati Pamudji Hastuti mengatakan, orang yang pernah terkena Covid 19 dapat terkena atau tertular kembali jika tidak menerapkan 4M dan dalam kondisi daya tahan tubuh menurun. “Virus covid memiliki jenis strain yang bermacam-macam,” katanya dalam pesan WA yang diterima MediaBanten.Com, Selasa (12/1/2021).

Penerapan 4M yang dimaksudkan adalah memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Seorang tenaga medis di RSUD Banten membenarkan tidak ada jaminan bagi penderita Covid yang sembuh tidak tertular lagi. Dalam catatan pasien Covid di RSUD ini terdapat sejumlah kasus pasien yang terpapar dua kali.

“Ada pasien yang dua kali terpapar. Kami sudah mendiskusikannya di kalangan tenaga medis di internal. Akhirnya kami beranalogi pada penyakit flu. Dalam setahun bisa jadi seseorang terkena flu 2-4 kali jika daya tahan tubuh menurun dan kebersihannya tidak terjamin,” kata tenaga medis yang tidak mau disebutkan namanya.

Baca:

Menurut web inforcorona.bantenprov.go.id, jumlah kasus konfirmasi Covid 19 di Banten hingga Senin (10/1/2021) sore tercatatat 21.620 KK yang dirinci 644 orang meninggal, 17.709 orang sembuh dan 3.267 orang masih dirawat. Sedangkan kasus probable (KP) sebanyak 60 orang yang terdiri dari 47 meninggal dan 12 masih dirawat.

Kasus susptek tercatat 33.431 orang yang dirinci 2.711 masih dirawat dan 30.720 dinyatakan dicarded atau negatif. Sedangkan kontak erat (KE) tercatat 60.922 orang yang terdiri dadri 7.536 orang masih dirawat, 53.363 orang dinyatakan discarded dan 23 orang mangkir dari pemantauan.

Soal tidak ada jaminan 100 persen bagi penderita Covid 19 yang sembuh untuk tidak tertular lagi sudah dilaporkan Lancet Infectious Diseases seperti yang dilansir kompas.com. Mark Pandori, Direktur Laboratorium Kesehatan Masyarakat Negara Bagian Nevada (AS) mengemukakan studi yang menemukan penderita yang terpapar dua kali covid 19.

Mark Pandori mengemukakan, seorang pria berusia 25 tahun di Nevada, AS dinyatakan positif Covid 19 pada bulan April 2020. Gejalanya batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, mual dan diare. Akhir April 2020, pria itu dinyatakan sembuh atau negatif Covid 19.

Namun akhir Mei 2020, pria itu mengalami gejala yang sama. Pada awal Juni, pria itu dirawat karena dinyatakan kembali positif Covid 19. Pada kasus kedua ini, pria ini mengalami gejala yang serius. Tenaga medis harus memberikan oksigen untuk membantu pernapasan.

Penelitian genetika dari kasus itu menemukan perbedaan yang signifikan antara sampel birus pada April dengan Juni. Penelitian itu juga memastikan pria itu hanpir pasti terjangkit kembali virus Covid 19, setelah viru itu “tertidur” pada serangan pertama. Dalam skala global, kasus reinfeksi atau tertular kembali Covid 19 ditunjukan dalam berbagai laporan di sejumlah negara.

Meski tidak ada jaminan 100 persen tidak tertular lagi virus Covid, laporan penelitian itu menyebutkan, tidak perlu panik menghadapinya. “Orang yang pernah terjangkit Covid 19 tetap harus disiplin menjaga jarak dan memakai masker, seolah tidak pernah terserang virus tersebut,” kata Mark Pandori. (IN Rosyadi)

Berita Terkait