Banten Gratiskan Biaya SMA / SMK Tahun 2018

Foto: Pemprov Banten

Pemerntah Provinsi (Pemprov) Banten merencanakan gratis biaya Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) pada tahun 2018. Penggratisan biaya sekolah ini sebagai wujud hadirnya negara dalam bidang pendidikan.

“Kita akan gratiskan itu SMA/SMK. Malu kita sama Kota/Kabupaten yang sudah menggratiskan, kasihan anak-anak karyawan yang sekolah di SMA/SMK tapi masih bayar. Tahun 2018, kita gratiskan semua. Itu bentuk atensi kita, bentuk perhatian kita kepada rakyat. Begitu juga dengan kesehatan yang tidak punya BPJS harus dibiayai oleh negara/pemerintah, negara harus hadir,” kata Wahidin Halim, Gubernur Banten dalam sambutan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 dan Hari Kesadaran Nasional Tingkat Provinsi Banten di lapangan KP3B, Kota Serang, Senin (30/10/2017). Hadir juga dalam apel tersebut Wakil Gubernur Andika Hazrumy,  Sekretaris Daerah Ranta Soeharta, para Kepala OPD serta ASN di lingkungan Pemprov Banten.

Dalam sambutannya, Gubernur Wahidin kembali menekankan bahwa dalam memaknai Hari Sumpah Pemuda, negara harus benar-benar hadir ditengah masyarakat. Kehadiran negara dalam hal ini bisa membebaskan beban ekonomi rakyat yang terhimpit perlu menjadi atensi.

Maka dari itu, Kata Gubernur Wahidin, untuk mengurangi beban ekonomi rakyat, Pemerintah Provinsi Banten pada 2018 akan menggratiskan biaya sekolah SMA/SMK termasuk biaya kesehatan. Untuk membebaskan rakyat dari berbagai persoalan itu, Gubernur menegaskan agar para pegawai tidak memotong uang rakyat (Korpusi) karena hal itu dapat menghambat pembangunan di Banten.

Baca: Anak Penjual Angkringan Lulus Terbaik UMY

“Jadi semuanya, para karyawan pun harus punya niat yang sama untuk menggapai surga, menjadi pahala, untuk ibadah, yaitu laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Jangan dipotong uang rakyat, nanti kamu celaka, nanti kamu di neraka, kamu dihukum Tuhan,” kata Gubernur.

Gubernur  menargetkan agar pembangunan infrastruktur di Banten selesai dalam 2-3 tahun ke depan. Menurut Gubernur Wahidin, kondisi jalan rusak di beberapa daerah di Banten akan menghambat pertumbuhan ekonomi dan berdampak pada mobilitas masyarakat.

“Dalam 2-3 tahun saya minta selesaikan jalan-jalan yang rusak. Kasihan masyarakat, kasihan para karyawan, kasihan para pelaku ekonomi, kasihan mereka yang selama ini di dalam eskalasi kehidupan yang terimpit dan lain sebagainya. Mereka harus kita bebaskan, ini mulia,” ujar Gubernur.

Pada kesempatan ini Gubernur Banten melepas kontingen KORPRI Banten pada  acara Pekan Olahraga Nasional KORPRI- XIV Tingkat Nasional di Jogjakarta November mendatang. (Subag Peliputan dan Dokumentasi Pemprov Banten / IN Rosyadi)

Berita Terkait