Bentangkan Terimakasih Presiden, Usai Bagi Sembako Di Tanjung Pasir

Arun, Kepala Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang membentangkan spanduk ucapan terimakasih kepada Presiden RI, Joko Widodo. Spanduk dibentangkan setelah membagikan bantuan paket sembako siap saji kepada 4.365 keluarga di desanya, Rabu (24/6/2020).

Pembagian paket sembako yang terdiri dari beras dan makanan siap saji itu diperuntukan warga yang terdampak covid 19.

“Bantuan Paket sembako yang diterima warga semoga bermanfaat untuk kelangsungan hidupnya di masa pandemi Covid-19,” kata Arun.

Arun menjelaskan, sebanyak 4.365 Kepala Keluarga (KK) menerima Bantuan Paket Sembako. Untuk warga yang belum mendapatkan bantuan Sosial Covid-19 agar bisa di maklum dan bersabar “Saat ini sumber bantuan Covid-19 yang belum di terima oleh warga sumber bantuan Covid-19 dari Provinsi dan Kabupaten”terangnya

Sembako Berlanjut

Pihaknya berharap sumber bantuan paket Sembako Kemensos RI bisa berkelanjutan disalurkan kepada warga di masa pandemi Covid-19.

Baca:

Sebelumnya, Menteri Sosial Juliari P Batubara hadir bersama Ketua DPR RI Puan Maharani, Menko PMK Muhadjir Effendy, Wagub Provinsi Banten, Kapolda Banten, Anggota DPR RI, Bupati Tangerang, Dirjen PFM, serta Direksi PT Pos Indonesia.

“Kami menyalurkan BST di Kabupaten Tangerang sebanyak 150.000 dari total seluruh Provinsi Banten sebanyak 400.000, ” ujar Menteri Sosial Juliari P Batubara di Kantor Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Selasa (23/6/2020).

Jumlah tersebut, kata Mensos, mengingat penduduk Kabupaten Tangerang ini sebanyak 4 juta jiwa. Kabupaten ini juga merupakan kawasan industri yang sebagian terganggu ketika ada Covid-19.

Dunia Kerja

“Dampak Covid-19 ke dunia kerja, seperti banyak pekerja dirumahkan dan terkena PHK sehingga sangatlah wajar mendapatkan alokasi BST tersebut, ” kata Mensos.

Mensos Juliari mengingatkan kepada penerima BST agar uang tidak dibelikan untuk rokok dan yang lainnya, selain untuk kepentingan keluarga dan yang bermanfaat.

“Jadi, uangnya hanya untuk digunakan memenuhi kebutuhan pokok, jadi bapak-bapak jangan untuk membeli rokok, kasihan itu anak dan istrinya, ” imbuh Juliari.

Pemerintah memutuskan memperpanjang penyaluran bansos hingga Desember 2020, tapi beda nilainya jadi Rp300.000 dari sebelumnya Rp600.000. Sebab program-program pemerintah yang lainnya sudah mulai berjalan.

“Di bulan pertama Covid-19, pemerintah mengaloaksikan Rp 405 triliun hingga Juni, dilanjutkan dari Juli – Desember Rp 677 triliun mencakup jaring pengaman sosial, kesehatan, insentif UMKM dan lain sebagainya, ” tandas Juliari. (Ardiyansah)

Next Post

Islamofobia Ditumbuhkan di Balkan Hingga Indonesia, Didanai AS

Rab Jun 24 , 2020
Islamofobia bukan hanya tumbuh membesar dan menjadi fenomena di Eropa Bara dan Eropa Tenggara yang disebut Balkan. Bahkan Islamofobia disinyalir ditumbuhkan di Asia seperti Indonesia. Sebuah laporan yang didanai Uni Eropa dari sebuah thinktank Turki, telah menyoroti bagaimana rasisme anti-Muslim di Eropa, termasuk wilayah Balkan. Itu menjadi bacaan yang menarik […]
islamofobia
sembako kemensos