Ibu-ibu “Serbu” Kelurahan Samangraya, Tanyakan Bansos Tunai Kemensos

Puluhan Ibu-ibu dari Lingkungan Kalentemu Timur, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Selasa (2/6/2020) “menyerbu” kantor kelurahan. Merka menanyakan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Dalam aksinya, Ibu-ibu meminta pihak kelurahan menjelaskan soal dana BST dari Kementerian Sosial Rp 600.000 yang diduga tidak tepat sasaran.

Sebelumnya, pada pelaksanaan pembagian untuk warga RW 05 di Kelurahan Samangraya, banyak warga tidak mampu yang tidak mendapatkan bantuan dana BST.

Salah satu perwakilan warga mengatakan, sebelumnya sudah pernah ditanyakan ke Kelurahan Samangraya, tapi disuruh menanyakan ke Ketua RW 05 dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon.

Diminta Fotokopi

“Disini warga RW 05 pada dimintain foto copy KK oleh RT, tapi yang diajukan cuma keluarga oknum semua. Sementara warga tidak mampu hanya sebagian aja yang diajukan. Disini keluarga orang mampu, punya mobil dan kontrakan, juga warga yang deket sama RT dan RW yang dapat,”ujar seorang Ibu yang minta namanya tidak disebutkan saat ditemui MediaBanten.Com di Kantor Kelurahan Samangraya, Selasa (2/6/2020).

Ibu yang mengaku berusia 45 tahun itu menyatakan, jumlah kepala keluarga di Linkungan Kalentemu Timur yang dinilai layak mendapat bantuan BST sangat banyak. Tetapi tidak mendapatkan bantuan meski sudah mengajukan data KTP dan KK kepada Ketua RT sejak beberapa bulan sebelumnya.

“Masa warga yang suaminya nganggur, rumah ngontrak, janda, orang jompo tidak dapat. Saya tanyakan sebabnya ke RW, jawabmya emosi dan bilang tidak bisa. Saya tanyakan Dinsos Cilegon, jawab Dinsos kalau tidak diajukan ke Dinsos yang tidak dapat,” jelasnya.

“Kemarin RT kita menyerahkan 50 data KK, tapi tidak diajukan oleh RT. Kita menuntut agar kelurahan bisa membantu warga yang kemarin tidak dapat, agar bisa dapat pada bantuan selanjutnya,” tambahnya.

Sayangnya, ketika hendak dikonfirmasi sehubungan kedatangan dan keluhan warga RW 05, Lurah Samangraya, Dimyati tidak terlhat di kantornya.

Membenarkan

Beberapa staf kelurahan membenarkan lurah tidak berada di kantornya. Hingga saat ini, beberapa perwakilan Ibu-ibu masih melakukan mediasi dengan pihak Samangraya.

Sementara itu, Ketua RW 05 Samangraya, Sutarno dikonfirmasi terpisah, mengatakan semua data warga yang menyerahkan KK, sudah diserahkan ke kelurahan.

“Semua warga yang didata, kita ajukan ke kelurahan dan sudah diajukan ke Dinsos. Herannya, ada warga yang sudah meninggal masuk sebagai pemerima, ini mungkin karna Kemensos atau Dinsos menggunakan data lama,”ujarnya.

Sekretaris Lurah (Seklur) Samangraya, Furqon juga mengaku sudah mengajukan data KK kepada Dinsos Cilegon.

“Gak benar itu. Kedatangan warga ini, bukan demo. Warga ke sini untuk menanyakan soal warga yang tidak dapat bantuan. Sementara datanya sudah kita ajukan ke Dinsos. Tadi mereka mengajukan data lagi, dan akan kita serahkan lagi ke Dinsos. Mudah-mudahan ada perubahan untuk bantuan selanjutnya,” ujarnya. (yusvin)

Yusvin Karuyan

Next Post

Tunggu KPU RI, KPU Cilegon TetapTunda Tahapan Pilkada 2020

Sel Jun 2 , 2020
Akhirnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon tetap menghentikan beberapa tahapan Pilkada 2020 yang sebelumnya sudah dijalani. Tahapan Pilkada Cilegon 2020 yang masih tertunda, yaitu pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kota Cilegon, pelaksanaan verifikasi faktual (Verfak) dukungan bakal calon perseorangan, pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP), dan pelaksanaan pencocokan dan […]