Peristiwa

Dampak Cuaca El Nino, Sekda Banten : Masih Kondisi Sedang

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena cuaca El Nino akan terjadi hingga awal 2024.

Sehingga di berbagai daerah termasuk di Banten harus mewaspadai ancaman kekeringan.

Menanggapi hal tersebut, Sekertaris Daerah (Sekda) Banten Virgojanti mengatakan, fenomena cuaca El Nino, Provinsi Banten sudah memetakan untuk daerah mana saja yang mengalami kekeringan.

Termasuk dari tim Dinas Pertanian Banten dengan brigade proteksi melakukan pengendalian hama penyakit pada tanaman.

“Kita juga melakukan pompanisasi
Di beberapa daerah yang mengalami kekeringan di lahan pertanian. Apabila ada lahan pertanian yang mengalami kekeringan kita siap dengan pompanisasi,” ungkapnya, usai menghadiri Nobar Rakornas pengendalian Inflasi, di Kantor KPwi Bank Indonesia, Kamis (31/8/2023).

Menurutnya, fenomena cuaca El Nino di Provinsi Banten dalam kondisi sedang, sehingga masih terkendali tidak ada tanggap darurat.

Hal itu juga, sesuai dengan surat edaran juga bahwa rentang kondisi kekeringan di Provinsi Banten dalam kondisi sedang.

“Saat ini Provinsi Banten masih terkendali, selama ini belum ada tanggap darurat, karena masih dalam kondisi sedang,” terangnya.

“Termasuk kita sudah melakukan pengiriman pendistribusian air bersih untuk masyarakat,” ujarnya menambahkan.

Sebelumnya,

Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo menargetkan Provinsi Banten yang menjadi sandaran ketahanan pangan dapat menghasilkan beras sebanyak 1,5 juta ton dari 500 ribu hektare (ha) lahan yang sudah tersedia untuk antisipasi dampak El Nino.

“Kita butuh 500 ribu hektare untuk konsentrasi kali 6 Provinsi berarti kurang lebih 3 juta gabah. Dibagi 50 persen menjadi beras sekitar 1,5 juta. Ngambil di mana? Ya, salah satunya di Banten” katanya kepada wartawan, usai hadiri Rapat Koordinasi (Rakor) antisipasi dampak El Nino, di Pendopo Gubernur Banten, Selasa (18/07/2023). (Baca Selengkapnya : Antisipasi Dampak El Nino, Mentan RI Minta Banten Sumbang 1,5 Juta Ton Beras)

Aden Hasanudin / Editor : Abdul Hadi

Aden Hasanudin

Back to top button